Rhany Chairunissa Rufinaldo
06 Agustus 2018•Update: 06 Agustus 2018
Lejla Biogradlija and Talha Ozturk
BELGRADE, Serbia
Sepuluh siswa dari Turki menjadi relawan dalam proyek di Serbia sebagai bagian dari program khusus lembaga bantuan negara Turki.
Program Berbagi Pengalaman Badan Kerja Sama dan Koordinasi Turki (TIKA) bertujuan untuk menanamkan rasa sukarela dalam diri para siswa Turki dengan berbagai proyek di seluruh dunia.
"Kaum muda membantu menyelenggarakan program yang luar biasa, efektif, dan berenergi tinggi," kata Cagla Gultekin Tosbat, koordinator program TIKA Belgrade, kepada Anadolu Agency.
Para siswa sukarelawan membantu membersihkan pemakaman Ottoman di Novi Pazar, sebuah kota mayoritas Muslim di Serbia selatan.
Mereka juga mengunjungi Masjid Sultan Valide, yang direnovasi oleh TIKA di kota Sjenica, di Serbia bagian barat.
Pada 1870, Valide Sultan - satu-satunya masjid imperial yang tersisa di Serbia - dibangun oleh Sultan Pertevniyal, ibu dari Sultan ke-32 Ottoman Abdulaziz, yang memerintah dari tahun 1861 hingga 1876.
Pada hari terakhir program, rombongan mengunjungi Kastil Ottoman Ram abad ke-15 yang direnovasi oleh TIKA di kota Veliko Gradiste di Serbia bagian timur.
Maskapai penerbangan Turki, Anadolu Agency, dan Korporasi Radio dan Televisi Turki (TRT) adalah mitra TIKA dalam program ini.
Untuk Program Berbagi Pengalaman 2018 ini, TIKA akan mengirim sekitar 500 mahasiswa Turki dari 117 universitas ke 30 negara antara 29 Juli sampai 8 September. Para siswa akan mengambil bagian dalam hampir 100 proyek dan kegiatan di negara tujuan mereka.
Program ini meliputi negara-negara yang berjauhan seperti Nigeria, Albania, Bosnia Herzegovina, Burkina Faso, Aljazair, Djibouti, Chad, Maroko, Ghana, Georgia, Kamerun, Montenegro, Kazakhstan, Kenya, Kolombia, Lebanon, Makedonia, Mozambik, Namibia, Uzbekistan, Rumania, Senegal, Serbia, Somalia, Sudan, Tanzania, Tunisia, Yordania, Moldova, dan Afrika Selatan.