Alex Jensen
04 Januari 2018•Update: 04 Januari 2018
Alex Jensen
SEOUL
Korea Selatan kembali meyakinkan Amerika Serikat (AS) di tengah munculnya klaim baru-baru ini yang menyebut bahwa tawaran perundingan Korea Utara hanya bertujuan untuk memicu perselisihan antar sekutu.
Dalam pertemuan dengan perwakilan Washington untuk membahas krisis semenanjung, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha menegaskan bahwa mereka harus tetap menjalin hubungan erat.
"Dialog apapun dengan Pyongyang tidak dapat dilakukan secara terpisah dari upaya bersama untuk menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara," kata Kang kepada Duta Besar AS Marc Knapper dan Komandan Pasukan AS-Korea, Jenderal Vincent K. Brooks, seperti dikutip oleh Yonhap, Kamis.
Disebutkan pula bahwa Korea Selatan-Utara telah melakukan kontak melalui hotline di perbatasan mereka selama dua hari berturut-turut, meskipun Korea Selatan belum menentukan tanggal untuk perundingan tingkat tinggi.
Jaringan komunikasi Panmunjom dibuka kembali pada Rabu setelah ditangguhkan selama 23 bulan, menyusul ajakan pimpinan Korea Utara Kim Jong-un pada saat perayaan tahun baru untuk menggelar dialog damai Seoul-Pyongyang.
Sementara Korea Selatan ingin memastikan pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin dan Paralympics di PyeongChang bulan depan berjalan dengan lancar, Korea Utara masih bersitegang dengan AS, dengan mengancam akan melancarkan serangan nuklir ke daratan Amerika jika diperlukan.
Bulan lalu, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengusulkan pada AS untuk menunda latihan militer gabungan hingga Paralympics selesai pada Maret, selama Korea Utara menahan diri dari provokasi.