Barry Ellsworth
31 Januari 2018•Update: 31 Januari 2018
Barry Ellsworth
TRENTON, Canada
Sebuah gugatan senilai CAD 1,1 miliar dilayangkan dengan nama ribuan mantan pasien sejumlah "rumah sakit pribumi" yang dikelola pemerintah Kanada.
Para pasien itu mengatakan mengalami pelecehan seksual dan fisik di beberapa rumah sakit itu, lapor media setempat pada Selasa.
Sebanyak 29 rumah sakit, yang awalnya didirikan sebagai pusat pengobatan tuberkulosis, dikhususkan untuk kaum Aborigin Kanada saja antara tahun 1945 dan 1981, sebelum semua ditutup.
Gugatan itu mengklaim bahwa pemerintah mengetahui mengenai insiden pelecehan namun tidak melakukan apapun.
"Saya rasa semua akan terkejut mendengar selama hampir 40 tahun Kanada memiliki sistem layanan kesehatan yang terpisah khusus untuk warga asli Kanana yang awalnya hanya untuk mengobati tuberkulosis, namun kemudian mencakup semua penyakit," terang Jonathan Ptak, pengacara bagi pihak penggugat. "Mereka dibawa dari rumah mereka ke rumah sakit terpencil ini yang fasilitasnya kurang memadai."
Menurut gugatan itu, para pasien "dipaksa menginap" di rumah sakit tersebut yang "penuh sesak, tidak memiliki staf yang cukup dan tidak bersih" dimana mereka mengalami "pelecehan fisik dan seksual."
Menteri federal urusan pribumi merilis statemen resmi dengan tujuan menghindari ranah hukum.
"Kanada percaya cara terbaik untuk membahas masalah ini dan mengadakan rekonsiliasi dengan warga pribumi adalah melalui proses negosiasi dan dialog, dan bukan lewat tuntutan hukum" kata Carolyn Bennett.
"Kami berkomitmen bekerja sama dengan semua pihak untuk mencari cara terbaik di luar ranah hukum untuk mengurus isu ini."
Pemerintah belum memberikan statemen resmi, kata Ptak.