13 Oktober 2017•Update: 13 Oktober 2017
Michael Hernandez
WASHINGTON
Walikota San Juan, ibu kota Puerto Rico, pada Kamis mengecam Presiden Donald Trump setelah dia mengancam akan menarik bantuan yang diberikan kepada pulau yang rusak dilanda badai itu.
"Trump sama sekali tidak paham kontribusi, komitmen dan pengorbanan warga Puerto Rico selama bertahun-tahun terhadap nilai-nilai demokrasi," kata Walikota San Juan Yulin Cruz dalam pernyataannya. "Tindakannya tidak layak bagi pemimpin negara maju."
Tiga pekan setelah Badai Maria memporak porandakan Puerto Rico, pulau itu masih kesulitan memulihkan layanan kebututhan dasar.
Hanya 10 persen pulau itu mendapatkan aliran listrik dan sekitar 65 persen warga memiliki akses pada air bersih, kata Pentagon. Warga masih dihimbau agar merebus air sebelum konsumsi, tambah mereka.
Sementara itu, Trump mengutarakan pendapatnya mengenai situasi Puerto Rico lewas media sosial Twitter.
"Kami tidak bisa membiarkan FEMA [badan penanggulangan bencana], militer dan tenaga media, yang bekerja sangat baik (dalam kondisi sulit) di P.R. selamanya!" cuit Trump, menggunakan inisial Puerto Rico.
Respon dia sangat berbeda ketika mengatasi bencana badai yan dialami Texas dan Florida, dimana dia berjanji akan memantau keadaan "setiap" hari setelah kedua negara bagian itu mengalami kerusakan signifikan karena badai.
Cruz mengkritik Trump, mengatakan dia "tidak bisa merasakan empati". Namun Cruz juga memuji kerja tim relawan AS di Puerto Rico.
"Mereka tidak datang untuk hanya foto-foto atau melempar-lemparkan tissue dan menghina kami," kata Cruz, merujuk pada kunjungan Trump dimana dia melempar-lemparkan sembako pada kerumunan warga.
Warga Puerto Rico termasuk warga AS, cuit Gubernur Puerto Rico Ricardo Rosello. Dia juga mengatakan penduduknya "meminta bantuan seperti warga negara lainnya."
Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Kamis mengambil suara untuk menyediakan dana tambahan sebanyak USD 36,5 juta untuk pemulihan pasca bencana, termasuk bencana di Puerto Rico.