Maria Elisa Hospita
02 Januari 2018•Update: 03 Januari 2018
Narges Rezai, Mustafa Melih Ahishali, Khalilur Rahman Salahshoor
ISTANBUL
Sedikitnya 16 orang, termasuk seorang anggota polisi, tewas dalam aksi proters anti pemerintah di Iran, kata otoritas Iran, Senin.
Menurut kantor berita Iran Asriran, 5 orang tewas dalam aksi protes pada Senin di provinsi Ishafan. Sementara itu, di Najafabad dekat Isfahan, seorang anggota polisi tewas dan tiga pedemo luka-luka.
Menurut Young Jurnalist Club, insiden tersebut bermula saat seorang pemrotes melepaskan tembakan ke barisan polisi, hingga melukai empat orang. Seorang anggota polisi akhirnya tewas karena kehabisan darah.
Anggota parlemen Hedayatollah Khademi mengatakan, dua orang tewas di Izeh, provinsi Khuzestan, pada Minggu malam.
Selain itu, selama bentrokan, sebanyak 377 pemrotes telah ditangkap, termasuk 200 orang di ibu kota Teheran. Operasi penangkapan juga dilakukan di sejumlah kota, di antaranya Arak, Isfahan, dan Robat Karim.
Ribuan warga Iran turun ke jalanan pada Kamis di timur laut kota Mashhad dan Kashmar untuk memprotes pemerintah mengenai kenaikan harga komoditas dan kesalahan pengelolaan. Aksi protes hari itu berlanjut dengan demo pro-pemerintah pada Sabtu.
Presiden Iran Hassan Rouhani pada Minggu memperingatkan warga untuk menentang aksi protes antipemerintah yang tengah berlangsung di seluruh penjuru negeri.
"Kita harus menahan diri untuk tidak menempatkan negara dalam situasi yang bisa dimanfaatkan oleh musuh," tegas Rouhani setelah pertemuan kabinet.