Regıonal
Kyaw Ye Lynn
YANGON, Myanmar
Massa Buddhis merajam seorang pria Rohingya hingga tewas dan melukai enam orang lain di negara bagian Rakhine, barat Myanmar, lapor pemerintah setempat pada Selasa.
Ketujuh pria itu diserang ketika meninggalkan kamp pengungsi tidak jauh dari kota Sittwe dan sedang menuju ke pengadilan untuk memberikan pernyataan.
Mereka awalnya ditemani dua anggota kepolisian ketika menuju keluar. Namun mereka kemudian diserang ketika berada di dermaga berniat membeli perahu nelayan, menurut pernyataan dari kantor Penasihat Negara Aung San Suu Kyi.
"Adu mulut terjadi ketika di dermaga," lapor kantor berita pemerintah Global New Light. "Mereka diserang oleh beberapa orang dengan bata."
Belum jelas apakah mereka ditemani anggota polisi ketika diserang massa.
Pemerintah setempat melapor bahwa Maung Nu, 55, dibunuh sekitar 100 warga Rakhine yang menimpuki kendaraan yang ditumpangi korban.
Dua dari enam korban luka dibawa ke rumah sakit untuk perawatan darurat, dan empat orang lainnya menderita luka-luka ringan.
Warga Rohingya di negara bagian Rakhine berstatus tanpa kewarganegaraan semenjak diberlakukannya peraturan kewarganegaraan pada 1982 oleh Ne Win, anggota militer yang meluncurkan kudeta dan pada masa pemerintahannya menganut kebijakan xenophobic.
Ribuan warga Rohingya ditempati di kamp-kamp pengungsi sejak gejolak kekerasan terjadi di Rakhine pada pertengahan tahun 2012.
Negara bagian tersebut ditempati sekitar 1,2 juta Rohingya, yang dijuluki "Bengali" - mengacu pada status keturunan mereka dari negara tetangga Bangladesh - dan tidak diberikan kewarganegaraan.
