Merve Aydogan
ANKARA
Presiden Turki pada Kamis menyalahkan Yunani dan otoritas Siprus Yunani atas meningkatnya ketegangan di Mediterania Timur dengan mengecualikan Turki dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) di kawasan itu.
"Turki bukan pihak yang meningkatkan ketegangan di Mediterania, melainkan upaya Yunani-Siprus Yunani yang mencoba mengabaikan hak Turki dan Republik Turki Siprus Utara," kata Recep Tayyip Erdogan pada peringatan ulang tahun Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) ke-19.
Erdogan mengulangi seruan Turki untuk berdialog dan bernegosiasi dengan Athena sebagai "satu-satunya cara untuk mencapai solusi di Mediterania Timur" yang sama-sama menguntungkan.
"Kami tidak akan pernah mengejar manuver yang tidak perlu atau memicu ketegangan."
Menegaskan bahwa penelitian seismik kapal MTA Oruc Reis baru-baru ini di Mediterania Timur berada dalam batas landas kontinen Turki, Erdogan menekankan Turki tidak tertarik untuk melanggar hak negara lain tetapi juga tidak akan mengizinkan pelanggaran terhadap haknya.
Dia mengatakan semua tindakan Turki di kawasan itu sah dan langkah mengabaikan Turki oleh negara lain bermaksud untuk mengepung negara itu di pinggiran laut.
"Kami tidak akan pernah tunduk pada skema ini. Tidak ada negara atau perusahaan yang dapat melakukan survei [pengeboran] di wilayah kami tanpa izin kami."
Erdogan mengkritik klaim yurisdiksi maritim Yunani melalui pulau Meis, atau Kastellorizo, di lepas pantai Turki, mengatakan area seluas 40.000 kilometer persegi di pulau sekitar 10 km persegi adalah "konyol dan tidak berdasar."
Dalam pidatonya, Erdogan mengatakan dirinya segera melakukan percakapan telepon secara terpisah dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel.
Sebagai bagian dari kegiatan eksplorasi hidrokarbon, Turki mengumumkan melalui Navtex kegiatan penelitian seismik baru kapal bor MTA Oruc Reis di Mediterania Timur yang dimulai pada 10 Agustus.
Oruc Reis, bersama dengan kapal Ataman dan Cengiz Han, akan melanjutkan aktivitas survei seismik di Mediterania Timur hingga 23 Agustus.
Bulan lalu, setelah Athena keberatan dengan survei seismik Ankara di daerah selatan pulau Meis, atau Kastellorizo, upaya diplomatik Jerman membantu meredakan ketegangan antara Turki dan Yunani.
Namun langkah kontroversial Yunani pekan lalu untuk menandatangani perjanjian pembatasan maritim dengan Mesir, yang menurut Turki melanggar landas kontinen dan hak maritimnya, telah memicu ketegangan lebih lanjut antara kedua negara tetangga tersebut.
Ankara menuduh Yunani menjalankan kebijakan maksimalis di Mediterania Timur, menekankan bahwa klaim maritimnya melanggar hak kedaulatan Turki.
news_share_descriptionsubscription_contact
