07 September 2017•Update: 07 September 2017
Magda Panoutsopoulou
ATHENA
Turki masih menjadi "mitra penting" bagi Eropa, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada surat kabar Yunani Kathimerini, menjelang kedatangannya di Athena untuk kunjungan resmi selama dua hari.
Dalam kunjungannya, Macron lebih banyak membahas soal krisis ekonomi Yunani. Ia optimis akan masa depan Yunani dan peluang baru untuk mengatasi masalah pengangguran.
Tingkat pengangguran Yunani masih tinggi dan hingga saat ini masih terus menerima dana bantuan dari negara-negara Eropa lainnya.
"Tanda-tanda positif terus bertambah; angka pertumbuhan meningkat, investasi bertumbuh, dan pengangguran menurun," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, pemimpin Prancis juga menyatakan pentingnya menjalin kemitraan dengan Turki.
Ketegangan antara Turki dan negara-negara Uni Eropa, khususnya Jerman, telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Kanselir Jerman Angela Merkel sebelumnya pada pekan ini mengatakan bahwa ia akan mendorong negara-negara UE lainnya untuk meninjau proses aksesi Turki pada pertemuan Dewan Eropa yang dijadwalkan pada Oktober mendatang.
Namun, Macron mengatakan bahwa ia ingin menghindari perpecahan karena pentingnya kemitraan dengan Turki "dalam banyak krisis yang dihadapi, khususnya imigrasi dan ancaman terorisme".
Mengenai kesepakatan pengungsi UE-Turki, Macron mengatakan bahwa mereka telah berhasil mengurangi tekanan pada Yunani yang berada di garis depan krisis migrasi.