Islamuddin Sajid
25 Oktober 2017•Update: 25 Oktober 2017
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD
Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Muhammad Asif mengatakan kepada Menlu AS Rex Tillerson bahwa tidak ada tempat perlindungan yang aman di Pakistan bagi para teroris, dan penilaian AS atas Pakistan selama ini salah.
“Serangan teroris tidak direncanakan mau pun dieksekusi dari tanah Pakistan. Pakistan tidak punya tempat perlindungan bagi teroris,” kata Asif kepada Geo News.
Tillerson yang tiba di Islamabad, Pakistan, pada Selasa, untuk kunjungan kenegaraan pertamanya setelah resmi ditunjuk sebagai sekretaris negara, menemui Perdana Menteri Shahid Khaqan Abbasi, Menlu Khawaja Asif, dan Panglima Qamar Javed Bajwa.
Kunjungan ini dipandang oleh pejabat negara Pakistan sebagai upaya untuk memadamkan ketegangan diplomatik antara Washington dan Islamabad, menyusul kebijakan baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Asia Selatan yang menuding Pakistan melindungi kelompok militan, pada 21 Agustus lalu.
Dalam sebuah pernyataan, Kedutaan Besar AS di Islamabad mengatakan bahwa Trump meminta Pakistan meningkatkan upayanya untuk memberantas kelompok militan dan teroris di wilayahnya.
Pemimpin Pakistan membantah tudingan bahwa negaranya melindungi teroris.
“Kami telah menjelaskan pada delegasi AS bahwa penilaian mereka atas Pakistan salah, dan Pakistan sama sekali tidak bertanggung jawab atas meningkatnya perdagangan narkoba atau penangkapan Taliban di separuh wilayah Afghanistan,” tambah Asif.