06 September 2017•Update: 07 September 2017
Pizaro Gozali
JAKARTA
Seribuan massa yang berasal dari berbagai organisasi Islam di Indonesia mengelar demonstrasi di Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta, Rabu, menuntut pemerintah junta militer menghentikan kekerasan atas etnis Rohingya.
"Hari ini rakyat Indonesia berkumpul untuk memperjuangkan Hak Azasi Manusia warga Rohingya," ujar perwakilan LPI, Ja'far Shodiq dari atas mobil komando.
Dalam orasinya, LPI meminta negara-negara Asia Tenggara tak berdiam diri atas tragedi kekerasan di Rakhine.
Massa juga meneriakkan tuntutannya kepada komisi HAM PBB untuk mengeluarkan solusi terkait pelanggaran HAM berat yang dilakukan pemerintah Myanmar.
Di tempat yang sama, perwakilan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mengajak kaum muda serta mahasiswa untuk ikut peduli dengan masalah yang dihadapi etnis-etnis Rohingya.
"Seperti kata Presiden Turki Erdogan, tidak perlu Anda menjadi muslim untuk peduli, cukuplah menjadi manusia," ujar seorang anggota IMM di atas panggung orasi.
Hal senada juga disampaikan oleh organisasi Syarikat Islam yang menegaskan bahwa tragedi Rohingya seharusnya menjadi perhatian dunia.
"Ini tidak hanya masalah bangsa Rohingya. Tapi juga masalah seluruh manusia," ujar Irmansyah dari Syarikat Islam.
Hingga berita ini diturunkan, gelombang massa dari Jakarta masih terus mendatangi lokasi aksi.
Massa juga bersama-sama menyayikan lagu Indonesia Raya sebagai dukungan terhadap etnis Rohingya.
Aksi kekerasan meletus di Rakhine, wilayah sebelah barat Myanmar, pada 25 Agustus lalu. Saat itu, pasukan pemerintah melancarkan operasi militer terhadap etnis Muslim Rohingya.
Kondisi itu memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh, meskipun Bangladesh telah menutup area perbatasan untuk para pengungsi.
Beberapa laporan media menyebutkan, tentara menggunakan kekerasan dalam operasi militer, dengan menyerang desa orang-orang Rohingya dengan mortir dan senapan mesin.