13 Juli 2017•Update: 14 Juli 2017
Erdal Celikel
ANKARA
Turki akan tetap mendukung Qatar dalam jangka waktu pendek maupun panjang dengan memasok kebutuhan pokok, kata Menteri Ekonomi Turki Nihat Zeybekci, Rabu.
Sejak 5 Juni lalu lima negara Arab, termasuk Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain dan Yaman, memblokade Qatar dan memutuskan hubungan diplomatik dengan salah satu negara penghasil gas terbesar di dunia tersebut atas alasan Doha mendukung terorisme.
Pemerintah Qatar telah membantah semua tuduhan tersebut dan mengatakan pemblokiran ini sebagai tindakan “di luar hukum” and melanggar hukum internasional.
“Mungkin tujuan isolasi tersebut untuk menciptakan kekacauan dengan menghambat Qatar dalam memenuhi kebutuhan negara itu,” kata Zeybekci. “Turki tidak akan membiarkan itu terjadi.”
Zeybekci mengeluarkan pernyataan tersebut pada konferensi pers bersamaan dengan kunjungan Menteri Ekonomi dan Perdagangan Qatar Shikh Ahmed Bin Jassim al-Thani di Ankara.
“Turki telah mengekspor 15.000 ton kebutuhan pokok ke Qatar dengan nilai mencapai 15 juta dolar,” kata dia.
“Kami mengharapkan blokade ini akan berakhir segera dan semuanya kembali berjalan normal. Kami berharap pertikaian antar saudara [negara-negara Arab] akan selesai dalam kerangka persaudaraan,” Zeybekci menambahkan.
- Lebih banyak kesempatan untuk perusahaan-perusahaan Turki
Terkait bagaimana Qatar menghadapi blokade ini, al-Thani menyatakan: “ekonomi Qatar sangat kuat. Ekonomi kami tahan menghadapi krisis ekonomi global dan regional.”
Al-Thani menegaskan Qatar adalah pengekspor gas alam terbesar di dunia dan ekonomi negara itu terus berkembang pesat.
“Saya ingin menyampaikan terimakasih kepada Presiden Recenp Tayyip Erdogan, rakyat Turki, dan sahabat saya Nihat Zeybekci karena Turki sudah berdiri bersama kami dan menunjukkan dukungan sejak awal terjadinya blokade,” kata dia.
Al-Thani mengatakan Qatar telah membeli kebutuhan pokok dari Turki, khususnya makanan, tanpa kesulitan apapun dalam kurun waktu tersebut.
“Qatar dan Turki memiliki hubungan yang sangat dekat. Pertemuan-pertemuan dengan dengan rekan-rekan di Turki terkait kerjasama berbagai proyek terus berlanjut,” kata dia.
Terkait kemungkinan pembatalan dan penundaan proyek-proyek terkait perusahaan-perusahaan dari negara-negara yang mendukung blokade terhadap Qatar, dia mengatakan: “Dalam kaitan ini, saya dapat mengatakan bahwa kesempatan untuk perusahaan-perusahaan Turki di Qatar justru lebih besar di masa depan.”
Al-Thani juga menekankan persiapan-persiapan untuk Piala Dunia 2022, di mana Qatar akan menjadi tuan rumah, akan tetap berjalan sesuai rencana.