Muhammad Abdullah Azzam
29 Juli 2020•Update: 30 Juli 2020
Zuhal Demirci, Nazli Yuzbasioglu
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki pada Selasa mengatakan "masalah global membutuhkan solusi yang global."
Berbicara pada pertemuan virtual 'Antalya Diplomasi Forum' pada Selasa, Mevlut Cavusoglu mengatakan Turki telah melakukan bagiannya dengan mendukung pihak lain dan inisiatif global.
Turki menyalurkan bantuan medis ke 141 negara dan lima organisasi internasional, tambah Cavusoglu.
"Dengan angka-angka ini, Turki telah menjadi penyedia bantuan medis terbesar kedua di dunia," ujar dia.
Tanpa obat, kata Cavusoglu, upaya melawan pandemi virus korona tak akan selesai.
Tidak ada satu pun yang aman sampai semuanya selamat. Kita semua harus bertindak bersama dalam menghadapi tantangan global, ujar dia.
"Sudah saatnya merenungkan bagaimana kita dapat mengubah cara kita melakukan hal-hal ini menjadi lebih baik," ucap dia.
Pertemuan virtual - bertema “Memanfaatkan efek pandemi terhadap kerja sama regional di Asia” - berfokus pada respons Asia terhadap pandemi Covid-19 dan dampak sosial dan ekonominya.
Menteri Turki itu mengatakan kepada masyarakat internasional untuk "memanfaatkan perang melawan pandemi dengan dialog dan perdamaian" dan mengingatkan bahwa "ekonomi sekarang ini lebih terintegrasi satu sama lain dari sebelumnya."
"Kita harus mengadopsi pendekatan multilateral terpadu dalam memerangi pandemi," tambah dia.
Cavusoglu juga mendesak untuk "memperluas konektivitas digital, meningkatkan infrastruktur logistik dan transportasi, mengamankan rantai pasokan, dan memperkuat ketahanan perdagangan dan strategi keuangan."
Dia menekankan kesiapan Turki untuk "bekerja sama dengan semua pihak dan setiap mitra di Asia Pasifik" dalam upaya global tersebut.