Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Oktober 2019•Update: 16 Oktober 2019
Asif Hussain
LONDON
Departemen Dalam Negeri Inggris pada Selasa mengatakan dalam laporan tahunannya bahwa jumlah kejahatan rasial di Inggris dan Wales naik 10 persen dalam satu tahun terakhir, mencapai angka 103.379.
Kejahatan kebencian didefinisikan sebagai kejahatan yang dimotivasi oleh kekesalan terkait dengan ras, jenis kelamin, seksualitas, disabilitas atau agama seseorang.
Sejauh ini, kejahatan rasial yang paling banyak terjadi adalah terkait dengan ras, yang mencapai lebih dari 75 persen dari total kasus.
Departemen Dalam Negeri mengatakan kenaikan tersebut sebagian disebabkan oleh sistem pelaporan yang lebih baik.
Hampir setengah atau 47 persen dari semua kejahatan rasial terkait agama dilakukan terhadap Muslim, dengan total lebih dari 3.500 pelanggaran, jumlah yang hampir sama dengan tahun lalu.
Sementara itu, 18 persen kejahatan rasial terkait agama dilakukan terhadap Yahudi.
Departemen Dalam Negeri mengatakan ada lonjakan kejahatan rasial setelah referendum Brexit 2016 dan setelah penembakan masjid di Selandia Baru pada Maret 2019.
Memperingati Pekan Kesadaran Kejahatan Kebencian Nasional di Inggris, Walikota London Sadiq Khan mengumumkan bahwa tambahan dana sebesar GBP500.000 akan dialokasikan untuk memerangi kejahatan rasial di kota itu.