03 Agustus 2017•Update: 04 Agustus 2017
Mahmoud Barakat
ANKARA
Kedutaan besar Rusia di ibukota Suriah, Damaskus, diserang mortir, Rabu, kata Kementerian Luar Negeri Rusia yang dikutip oleh kantor berita Sputnik.
Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Namun, gedung kedubes mengalami kerusakan yang cukup serius.
Menurut Sputnik, sebelumnya, yakni pada 16 Juli, kedubes itu juga mengalami serangan serupa.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk keras serangan teroris tersebut.
Suriah mengalami perang sipil sejak awal 2011, dimulai ketika rezim Bashar al-Assad menyerang aksi protes pro-demokrasi dengan brutal.
Akhir 2015, Rusia memulai operasi udara di Suriah – atas permintaan Assad - dengan tujuan “memerangi terorisme” dan mendukung rezim tersebut.