Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 Juli 2019•Update: 25 Juli 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Tokyo memamerkan desain medali emas, perak dan perunggu pada acara peluncuran hitungan mundur satu tahun menuju Olimpiade 2020, Rabu.
Akun Instagram resmi tuan rumah Olimpiade tahun depan "Tokyo2020" mengunggah video yang menampilkan desain medali Olimpiade Tokyo 2020.
Menurut kantor berita Kyodo, panitia seleksi perancang medali menerima lebih dari 400 desain dan perancang Jepang Junichi Kawanishi muncul sebagai pemenang.
Kawanishi meneruskan tradisi dengan menggambarkan Nike, dewi kemenangan Yunani yang mistis, bersama cincin olimpiade di sisi depan medali dan logo Olimpiade Tokyo 2020 di sisi belakangnya.
Penggambaran Nike menjadi syarat wajib yang ditetapkan oleh Komite Olimpiade Internasional.
"Sekitar 5.000 medali diproduksi menggunakan logam yang didaur ulang dari ponsel dan perangkat elektronik kecil lainnya," tulis Kyodo.
Medali emas dan peraknya merupakan yang terberat yang pernah digunakan selama Olimpiade, dengan diameter 85 milimeter dengan berat masing-masing 556 dan 550 gram.
Medali tersebut dirancang untuk memungkinkan penyandang tunanetra membedakan jenis medali dengan menyentuh pita.
Poliester daur ulang dengan motif desain tradisional Jepang dan logo Tokyo 2020 digunakan sebagai pita gantungan medali.
“Medali emas terbuat dari perak murni yang disepuh dengan sekitar enam gram emas. Medali perak terbuat dari perak murni, sedangkan medali perunggu terbuat dari gunmetal, jenis perunggu tahan korosi yang mengandung seng,” tulis kantor berita itu.
Olimpiade Tokyo akan digelar pada 24 Juli-9 Agustus 2020, disusul dengan Paralimpiade pada 25 Agustus-6 September 2020.
Hampir 3,22 juta tiket terjual habis selama fase penjualan domestik pertama.