14 Juli 2026•Update: 14 Juli 2026
Otoritas Israel memutuskan tidak mengajukan tuntutan pidana terhadap seorang tentara yang melakukan kekerasan fisik terhadap jurnalis foto CNN pada Maret lalu. Militer Israel menyatakan prajurit tersebut hanya dikenai sanksi disiplin berupa teguran resmi setelah penyelidikan internal selesai dilakukan.
Dalam pernyataan kepada CNN, militer Israel mengatakan penyelidikan internal menyimpulkan bahwa "dalam insiden antara tentara Israel dan tim media di lokasi, salah seorang tentara menggunakan kekerasan fisik terhadap seorang fotografer dari organisasi media tersebut."
Militer Israel menyatakan unit investigasi kriminal telah memeriksa kasus tersebut. Namun, jaksa memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan pidana dan menyerahkan perkara itu kepada mekanisme disiplin internal militer.
Menurut militer, tentara tersebut "menerima teguran resmi dari komandan" setelah menyatakan penyesalan atas tindakannya selama proses disiplin. Militer tidak mengungkap identitas prajurit cadangan yang terlibat.
Penyelidikan bermula dari insiden di Tepi Barat
Penyelidikan dilakukan setelah prajurit tersebut mencekik jurnalis foto CNN Cyril Theophilos dan menjatuhkannya ke tanah ketika ia sedang merekam gambar di Desa Tayasir, Tepi Barat yang diduduki, pada Maret lalu.
Insiden itu terjadi tidak lama setelah para pemukim Israel mendirikan pos permukiman ilegal di kawasan tersebut.
Dalam kejadian yang sama, tentara Israel juga menahan kru CNN dan mengarahkan senapan mereka ke arah para jurnalis.
Seorang tentara lain yang terekam kamera mengatakan ingin "membalas dendam" terhadap warga Palestina diberhentikan dari militer setelah insiden tersebut.
Batalion sempat dihentikan sementara
Setelah insiden itu, Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir menghentikan seluruh kegiatan operasional batalion yang terlibat.
Batalion tersebut kemudian kembali ditempatkan di Tepi Barat yang diduduki 30 hari kemudian setelah menyelesaikan pelatihan tambahan dan mengikuti seminar pendidikan.