Rania R.a. Abushamala
07 April 2026•Update: 07 April 2026
Qatar memperingatkan bahwa serangan Iran terhadap negara-negara di kawasan telah merusak keamanan dan stabilitas regional.
Peringatan itu disampaikan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin.
Kementerian Luar Negeri Qatar dalam pernyataannya menyebutkan bahwa kedua pihak membahas eskalasi yang tengah berlangsung dan dampaknya terhadap keamanan serta stabilitas kawasan.
Sheikh Mohammed menegaskan bahwa serangan Iran terhadap negara-negara yang telah menjauhkan diri dari perang telah mengusik keamanan kawasan dan mengabaikan stabilitasnya.
Ia menyebut serangan terhadap infrastruktur sipil dan sumber daya sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun, seraya menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan warga sipil dari dampak konflik.
PM Qatar menekankan bahwa solusi diplomatik yang komprehensif dan berkelanjutan tetap menjadi satu-satunya pilihan untuk menyelesaikan krisis, mencapai keamanan dan stabilitas, serta mencegah ketegangan dan eskalasi lebih lanjut di kawasan.
Ketegangan regional terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang hingga kini dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer AS, sekaligus membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.