Muhammad Abdullah Azzam
22 November 2019•Update: 24 November 2019
Hasan Esen
LONDON
Inggris memutuskan untuk memulangkan anak-anak dari militan Daesh warga mereka yang terbunuh di Suriah.
"Kami membuka peluang untuk mereka pulang ke rumah, karena itu adalah sesuatu yang benar untuk dilakukan," kata Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dalam sebuah pernyataan.
Raab menekankan bahwa anak-anak itu harus didukung untuk kembali ke kehidupan normal mereka.
Menlu Raab juga menambahkan, "Anak-anak yatim yang tidak bersalah ini seharusnya tidak pernah mengalami keganasan perang."
Anak-anak, yang namanya tak disebutkan nama mereka karena alasan keamanan, akan menjadi warga Inggris pertama yang dibawa negaranya dari daerah yang dikendalikan oleh Daesh.
Terdapat 25 wanita dan lebih dari 60 anak-anak, kebanyakan dari mereka berusia di bawah 5 tahun, di dalam kamp-kamp Daesh di Suriah.
Inggris awalnya enggan menerima warganya sendiri pulang ke negara, termasuk anak-anak, dengan alasan masalah keamanan, namun Menteri Raab bulan lalu mengumumkan mereka mempertimbangkan untuk membawa anak yatim dan anak-anak yang belum dewasa.
Sebelumnya, Prancis, Jerman, Norwegia, dan Denmark sudah memulangkan kembali beberapa anak-anak yang merupakan warga mereka.