25 Juli 2017•Update: 26 Juli 2017
Barry Eitel
SAN FRANSISCO
Bagian dalam bulan bisa jadi mengandung air dalam jumlah besar, kata ilmuwan, Senin.
Para peneliti dari Brown University dan Hawaii University terkejut ketika menemukan bukti sejumlah besar air yang terperangkap di endapan-endapan bekas ledakan vulkanik yang hebat.
Jumlah endapan sebagian besar terdiri dari pecahan manik-manik kaca yang terbentuk dari panas ekstrem. Air kemudian terkumpul di dalam manik-manik.
Ilmuwan menduga bahwa bulan tidak memiliki sebagian besar senyawa yang diperlukan untuk kehidupan, misalnya air. Pemikiran tersebut mulai berubah pada 2008 ketika sampel manik-manik kaca vulkanik yang dikumpulkan dari misi Apollo 15 dan 17 ditemukan memiliki jejak sejumlah air.
Analisis tambahan dari foto-foto satelit membuat para ilmuwan kini meyakini adanya air dalam jumlah besar di bawah permukaan bulan. Penelitian tersebut didanai oleh NASA dan dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience.
“Pertanyaan utamanya apakah sampel-sampel dari Apollo mewakili kondisi seluruh interior bulan atau sebaliknya mewakili daerah kaya air yang tidak biasa dalam mantel ‘kering’ [lapisan geologi antara permukaan dan inti],” jelas penulis utama Ralph Milliken dalam pernyataan.
Dengan melihat data orbital dan mengukur dengan tepat bagaimana cahaya memantulkan permukaan bulan yang bermacam-macam, para peneliti menemukan banyak endapan vulkanik termasuk jejak air di bawahnya.
“Distribusi endapan-endapan kaya air adalah kunci utamanya. Mereka tersebar di seluruh permukaan, yang artinya jejak air yang menjadi sampel–sampel Apollo bukanlah satu-satunya” tambah Milliken.
Jika air ada di bulan, para ilmuwan kemungkinan besar harus memikirkan kembali teori terbentuknya bulan.
Sebagian besar astronom meyakini bulan terbentuk setelah asteroid sebesar planet bertabrakan dengan bumi hingga membentuk sebongkah batu raksasa. Tabrakan itu kemungkinan sangat panas sehingga seluruh hidrogen, unsur air, tidak dapat bertahan.
“Bukti yang berkembang mengenai air di dalam bulan menunjukkan bahwa air dapat bertahan, atau air terbawa sesaat setelah tabrakan asteroid atau komet, sebelum bulan benar-benar padat. Asal-usul sesungguhnya air di bagian dalam bulan masih menjadi misteri besar” kata ko-penulis Shuai Li.