Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Oktober 2019•Update: 03 Oktober 2019
Vakkas Dogantekin
ANKARA
Ekuador mengumumkan pada Selasa bahwa negara itu akan meninggalkan OPEC pada 1 Januari sejalan dengan tujuan kesinambungan fiskal pemerintah.
Kementerian Sumber Daya dan Energi mengatakan melalui sebuah pernyataan di Twitter bahwa Ekuador akan melanjutkan hubungan baiknya dengan negara-negara OPEC.
Pengumuman resmi dari kementerian menekankan bahwa Ekuador akan terus mendukung stabilitas pasar minyak.
Kementerian menambahkan bahwa OPEC, sejak didirikan pada 1960, selalu menguntungkan semua pihak, baik itu produsen maupun konsumen.
Ekuador bergabung dengan OPEC pada 1973, tetapi sempat mengundurkan diri dari organisasi tersebut pada Desember 1992 karena enggan membayar biaya keanggotaan sebesar USD2 juta per tahun.
Sebelumnya, Qatar juga meninggalkan OPEC pada Januari 2019 untuk lebih fokus pada gas alam.