ekip
15 November 2021•Update: 16 November 2021
TEHERAN, Iran
Dua gempa bumi berkekuatan tinggi melanda Iran selatan pada hari Minggu, menewaskan sedikitnya satu orang dan belasan luka-luka.
Kedua gempa tersebut, berkekuatan magnitudo 6,4 dan 6,3, datang secara berurutan, pada kedalaman 10 km, 59 km utara kota pelabuhan Bandar Abbas di provinsi Hormozgan.
Otoritas masih menghitung kerusakan di daerah-daerah yang paling parah terkena dampak gempa, sementara laporan yang saling bertentangan datang tentang jumlah korban.
Satu kematian yang dikonfirmasi adalah seorang pejalan kaki di kota Bandar Abbas yang tertimpa tiang listrik.
Foto-foto korban langsung beredar di media sosial.
Beberapa video juga menunjukkan bagian dari Gunung Geno di Bandar Abbas runtuh dan gumpalan asap membumbung.
Saksi mata yang berbicara kepada Anadolu Agency melalui telepon mengatakan gempa berturut-turut mengguncang provinsi Hormozgan, dengan orang-orang berhamburan ke jalan-jalan dengan panik.
Laporan yang belum dikonfirmasi menunjukkan bahwa banyak properti perumahan telah rusak.
Pasokan listrik telah terganggu di sebagian besar wilayah Hormozgan sementara upaya sedang dilakukan untuk memperbaiki tiang dan gardu listrik, lapor Anadolu Agency dari sumber resmi.
Getaran juga terasa di provinsi tetangga, termasuk Kerman dan Fars, serta di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Presiden Ebrahim Raeisi mengadakan pertemuan darurat setelah gempa bumi dan menginstruksikan Wakil Presiden Pertama Mohammad Mokhber untuk mengunjungi provinsi-provinsi yang terkena dampak sekaligus mengawasi penyaluran bantuan.
Pada bulan Februari, setidaknya 43 orang terluka dan beberapa properti hancur ketika gempa berkekuatan 5,6 mengguncang barat daya provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad.
Iran terletak di zona seismik aktif, dilintasi oleh garis patahan geologi utama. Negara ini telah melihat banyak bencana gempa bumi di masa lalu.