24 Juli 2017•Update: 24 Juli 2017
Todd Crowell
TOKYO
‘Approval rating’ Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe turun jadi 26%, jatuh 10 poin lagi dalam 2 bulan terakhir, menurut laporan survei surat kabar, Senin.
Hasil survei yang dilakukan koran Mainichi menunjukkan rating Abe turun pada titik terendah sejak ia dipilih pada Desember 2012 – mengancam ambisinya menjadi perdana menteri yang menjabat terlama setelah masa perang.
Jajak pendapat akhir pekan itu dilakukan menyusul skandal yang menyangkut sekolah dokter hewan yang dikelola oleh teman dekat PM Abe.
Abe menolak tuduhan bahwa ia membantu Kake Gakuen, yang dikelola oleh Kotaro Kake, untuk memperoleh ijin menjalankan sekolah swasta itu di pulau Shikoku.
Survei menemukan 76% dari mereka menjawab tidak percaya penjelasan pemerintah mengenai hal itu.
Partai Abe, Liberal Democratic Party (LDP) pada 2 Juli kalah di pemilu Tokyo dan oposisi mengambil alih administrasi kota Sendai pada Minggu, dalam indikasi melemahnya posisi Abe dalam politik Jepang.
Perdana menteri itu diperkirakan melakukan reshuffle kabinet awal bulan depan dalam upaya menggalang dukungan.
Ia akan menghadapi komite parlemen pada Senin, di mana ia akan ditanyai mengenai skandal Kake serta laporan bahwa pejabat keamanan menutupi detail pasukan Jepang ikut serta dalam misi perdamaian di Sudan Selatan.
Polling Mainichi menemukan 31% responden menginginkan pemimpin LDP baru, angka yang naik menjadi 51% di antara pendukung LDP.
Di antara mereka yang dielu-elukan adalah Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida dan Shinjiro Koizumi, putra seorang mantan perdana menteri, yang dijuluki Macron dari Jepang.