13 Agustus 2017•Update: 14 Agustus 2017
Michael Hernandez
WASHINGTON
Gubernur negara bagian Virginia di Amerika Serikat (AS) Terry McAuliffe memberlakukan status darurat pada Sabtu menyusul bentrokan antara demonstran nasionalis berkulit putih dan kelompok yang menentang mereka di Charlottesville.
Polisi anti huru-hara mencoba mengusir para demonstran setalah meningkatnya kekerasan di Emancipation Park. Namun ketika massa berhasil ditertibkan, sebuah mobil menghantam ke arah demonstran penentang, membunuh 1 orang dan melukai beberapa lainnya.
Walikota Michael Signer memastikan adanya korban jiwa di Twitter, menghimbau "semua yang berniat baik" segera pulang.
Video kejadian menunjukkan sebuah mobil dengan kecepatan tinggi memasuki jalan sempit yang dipadati demonstran. Mobil itu menabrak mereka hingga berjatuhan dan hanya berhenti ketika menabrak barisan mobil lainnya.
Belum jelas apakah pengemudi mobil itu sudah dalam tahanan polisi atau belum.
President AS Donald Trump mengecam "aksi kebencian, keberpihakan dan kekerasan dari berbagai pihak".
Kelompok kulit putih memprotes rencana pencabutan patung Robert E. Lee dari Emancipation Park.
Lee memimpin pasukan konfederasi pada masa perang saudara di AS namun makin banyak seruan memanggil untuk diturunkannya semua simbolisme konfederasi dari ruang terbuka umum menyusul penggunaan simbol-simbol itu untuk tindakan kebencian.
Pada Jumat malam, kelompok nasionalis mengadakan demonstrasi di kampus University of Virginia sambil membawa tongkat api. Demonstran menggunakan beberapa slogan anti-Yahudi dan minoritas lainnya.
Protes dua hari ini diperkirakan menjadi perkumpulan nasionalis kulit putih terbesar dalam sejarah masa kini.
Kelompok aktivis telah lama memperingatkan adanya gerakan baru dan peningkatan kasus kebencian setelah Trump memenangi pemilu AS pada tahun 2016.