Maria Elisa Hospita
11 Januari 2019•Update: 11 Januari 2019
SM Najmusa Sakib
DHAKA, Bangladesh
Sedikitnya 30 orang terluka dalam bentrokan antara buruh garmen dan polisi di Dhaka, Bangladesh, pada Kamis.
Selama lima hari berturut-turut, ratusan buruh garmen turun ke jalanan untuk memprotes pembagian upah yang tak merata dan menuntut pemberian upah minimum.
Menurut harian Tribune Dhaka, polisi membubarkan demonstran dengan menembakkan gas air mata hingga menyebabkan 30 orang terluka.
Selain di ibu kota, aksi protes juga berlanjut di Savar, Ashulia, dan Gazipur.
Sementara itu, sebuah komite yang terdiri dari perwakilan pemerintah, pemilik dan buruh garmen menggelar pertemuan dengan Ketua Departemen Ketenagakerjaan Afroza Khan di Dhaka.
Sebelumnya, pemilik garmen juga menemui Menteri Ketenagakerjaan Monnuzan Sufian untuk mencari solusi. Namun, kedua pertemuan itu gagal mencapai konsensus apapun untuk menyelesaikan krisis yang sedang berlangsung.
Para buruh mengatakan mereka berunjuk rasa setelah menemukan perbedaan pada lembaran upah terbaru.
Sebelumnya, pemerintah berniat menaikkan upah yang mulai berlaku sejak 1 Desember.
Rencananya, upah minimum untuk pekerja garmen dinaikkan dari USD63 menjadi USD95.
Bangladesh adalah pengekspor barang-barang garmen terbesar kedua di dunia.