Servet Günerigök
22 Desember 2019•Update: 23 Desember 2019
Hakan Copur
WASHINGTON
Duta besar Turki untuk Amerika Serikat mengatakan Washington membutuhkan Ankara lebih banyak, dengan menyebutkan perannya di Timur Tengah jika mereka ingin melakukan operasi di wilayah tersebut.
Serdar Kilic mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa anggota parlemen AS mengira Turki membutuhkan AS dan seharusnya melakukan apa pun yang AS inginkan.
"Tapi itu tidak benar. Turki tidak membutuhkan AS," kata Kilic, dan menekankan bahwa sekutu NATO memiliki "hubungan timbal balik."
Dia mengatakan Turki adalah negara yang paling dibutuhkan AS jika ingin melakukan operasi di Timur Tengah.
"Karena itu, Turki membutuhkan AS seperti halnya AS membutuhkan Turki; bahkan AS membutuhkan Turki lebih banyak," tambah dia.
Pernyataannya itu disampaikan di tengah upaya kongres baru-baru ini terhadap Turki, termasuk sanksi dan pengakuan klaim genosida Armenia pada tahun 1915.
Kilic mengatakan para pembuat undang-undang yang berada di balik kebijakan AS mendapat keuntungan dari pembuatan dan merusak hubungan Turki-Amerika.
Dia memperingatkan bahwa ancaman sanksi adalah "pendekatan yang sangat salah."
Presiden AS Donald Trump pada Jumat menandatangani RUU pengeluaran pertahanan besar-besaran yang mencakup beberapa pasal anti-Turki.
Duta Besar mengatakan sanksi dan resolusi Armenia tidak berdasar dan hanya untuk ambisi politik semata.
"Kita harus melihat bahwa langkah-langkah ini merusak hubungan Turki-AS," tambah dia.