18 Juli 2017•Update: 18 Juli 2017
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Angka kejahatan anti-Muslim naik 91 persen pada pertengahan awal tahun 2017 dibandingkan rentang waktu yang sama pada tahun 2016, demikian yang dinyatakan oleh organisasi Muslim terkemuka, Senin.
Organisasi hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengatakan jumlah tindakan kejahatan naik pesat dibandingkan angka-angka 2016, yang sebelumnya merupakan tahun terburuk bagi insiden anti warga Musim Amerika Serikat (AS) sejak lembaga hak asasi manusia itu mulai bekerja tahun 2013.
Menurut laporan mereka, jumlah kejadian bias atau memihak pun naik 24 persen pada pertengahan pertama 2017.
“Kampanye pemilihan presiden dan pemerintahan Trump seperti telah membuka pintu kefanatikan dan kebencian yang menargetkan warga Muslim Amerika dan kelompok minoritas lainnya,” kata Zainab Arain, koordinator yang memonitor Islamophobia di CAIR.
“Bila insiden bias yang merugikan komunitas Muslim AS terus berlanjut, 2017 bisa menjadi tahun terburuk untuk hal itu.”
Kejadian-kejadian yang paling kerap terjadi pada kuartal kedua 2017 menurut CAIR adalah pelecehan, yang didefinisikan sebagai insiden yang tidak mengancam.
Sedangkan kejadian tersering kedua adalah tindakan kebencian dan melibatkan kekerasan fisik atau kerusakan properti.