Dilan Pamuk,Burak Bir,Ahmet Gençtürk
29 Juni 2021•Update: 29 Juni 2021
ANKARA
Turki telah memberikan lebih dari 48,3 juta dosis vaksin Covid-19 sejak awal kampanye vaksinasi massal pada pertengahan Januari, menurut angka resmi yang dirilis pada Senin.
Lebih dari 33,35 juta orang telah menerima dosis pertama, sementara lebih dari 14,95 juta telah divaksinasi dua dosis, lapor rilis dari Kementerian Kesehatan Turki.
Turki juga mengkonfirmasi 5.283 kasus virus korona baru dalam 24 jam terakhir, termasuk 431 pasien bergejala.
Kasus infeksi secara keseluruhan Turki sejak awal lebih dari 5,41 juta, sementara jumlah kematian secara nasional telah mencapai 49.634 dengan 58 kematian baru pada Senin.
Sebanyak 5.327 pasien telah memenangkan pertempuran melawan virus dalam waktu dekat, sehingga jumlah orang yang pulih melewati 5,28 juta.
Lebih dari 60,3 juta tes Covid-19 telah dilakukan hingga saat ini.
Data terbaru menyebutkan jumlah pasien yang dalam kondisi kritis akibat Covid-19 sebanyak 751 orang.
Setelah penurunan kasus virus secara nasional, Turki akan mengakhiri semua pembatasan terkait virus ini mulai Kamis besok.
Turki telah menangguhkan penerbangan dari Bangladesh, Brasil, Afrika Selatan, India, Nepal, dan Sri Lanka hingga pemberitahuan lebih lanjut, menurut surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri pada Senin.
Selain itu, penumpang dari Inggris, Iran, Mesir, dan Singapura kini diharuskan menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif yang diambil dalam 72 jam terakhir.
Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca juga merilis tingkat infeksi mingguan terbaru di berbagai wilayah.
"Penurunan jumlah kasus meningkatkan keberanian kami untuk normalisasi. Kami akan menghilangkan kekhawatiran melalui vaksin," ujar Koca, sambil merilis data untuk 19-25 Juni di Twitter.
Jumlah kasus per 100.000 orang mencapai 54 kasus di kota metropolitan Istanbul - wilayah hampir seperlima populasi Turki.
Pada 1 Juni, negara itu melonggarkan beberapa langkah menyusul keberhasilan lockdown ketat selama 17 hari.