Turki

Turki puji penolakan pembebasan bersyarat pembunuh diplomatnya di AS

Gubernur California menolak pembebasan bersyarat untuk Hampig Sassounian, pembunuh Konsul Jenderal Turki Kemal Arikan di AS pada 1982

Muhammad Abdullah Azzam   | 28.05.2020
Turki puji penolakan pembebasan bersyarat pembunuh diplomatnya di AS Ilustrasi: Kantor Kementrian Luar Negeri Turki ( Foto file - Anadolu Agency )

Ankara

Sena Guler

ANKARA 

Turki pada Rabu menyambut baik keputusan gubernur negara bagian di Amerika Serikat (AS) yang menolak permintaan pembebasan bersyarat dari Hampig Sassounian, seorang warga Armenia yang membunuh seorang diplomat Turki di Los Angeles pada 1982.

"Turki menyambut baik keputusan ini, yang menunjukkan bahwa terorisme, titik tertinggi dari ujaran kebencian dan ekstremisme di dunia, tidak akan luput dari hukuman," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan tertulis.

Pernyataan otoritas Turki itu menyoroti penolakan Gubernur California Gavin Newsom terhadap permintaan pembebasan bersyarat oleh Sassounian pada Senin kemarin.

Newsom menolak keputusan Dewan Pembebasan Bersyarat yang sebelumnya beranggapan Sassounian cocok untuk pembebasan bersyarat.

"Setelah meninjau dan mempertimbangkan bukti dalam catatan, saya percaya bahwa Sassounian harus melakukan pekerjaan tambahan sebelum dia dapat dibebaskan. Oleh karena itu, saya menemukan bahwa dia masih menimbulkan bahaya yang tidak masuk akal bagi masyarakat jika dirilis dan saya menolak keputusan Dewan untuk pembebasan bersyarat kepada Sassounian, " kata Newsom.

Konsul Jenderal Turki di Los Angeles Kemal Arikan dibunuh oleh Sassounian dan Krikor Saliba pada 28 Januari 1982 yang menggunakan nama kelompok teror Armenia.

Sassounian ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat, ungkap kementerian Turki.

Teroris buron Saliba diklaim tewas dalam perang saudara di Lebanon pada 1982, kata pernyataan otoritas Turki itu

"Pembunuhan ini, secara brutal dilakukan oleh teroris Sassounian dan pelakunya tidak menunjukkan rasa penyesalan selama dipenjara, tidak akan pernah dilupakan sebagai kejahatan yang mengungkapkan dimensi mengerikan dari ideologi yang berbahaya dan terdistorsi," tukas pernyataan otoritas Turki.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın