Turki

Presiden Turki kritik dukungan AS terhadap kelompok teror PKK di Suriah

Erdogan mengatakan AS saat ini malah mendukung organisasi teroris, bukan memerangi kelompok teroris bersama sekutunya Turki di NATO

Burak Bir and Busra Nur Cakmak   | 28.09.2021
Presiden Turki kritik dukungan AS terhadap kelompok teror PKK di Suriah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

ANKARA

Sebagai dua negara NATO, Turki dan Amerika Serikat (AS) seharusnya hubungan kedua negara sudah berada dalam posisi yang sangat berbeda, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Berbicara di hadapan wartawan di Istanbul setelah Salat Jumat, Erdogan mengatakan AS saat ini mendukung organisasi teroris, alih-alih memerangi kelompok teror, AS malah memberi mereka senjata, peralatan dan kendaraan militer dalam jumlah yang banyak.”

Erdogan mencatat bahwa Turki, sebagai anggota NATO, harus membagikan fakta ini dengan seluruh dunia, mengacu pada dukungan AS kepada kelompok teror YPG/PKK.

Menanggapi pertanyaan tentang pertemuannya yang akan datang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Erdogan mengatakan harapannya dari presiden Rusia itu "sangat berbeda."

“Rezim di Suriah menimbulkan ancaman di selatan Turki. Jadi, sebagai teman Rusia, saya mengharapkan dari Putin dan Rusia pendekatan yang berbeda sebagai syarat solidaritas,” tutur dia.

“Kita perlu melawan ini bersama-sama di selatan,” tekan Erdogan.

AS tidak tertarik dengan isu Suriah akhir-akhir ini, kata Erdogan, seraya mencatat bahwa Rusia, Iran, dan Turki “harus membahas cara-cara untuk menciptakan zona damai di Suriah.”

“Kami sedang bekerja untuk lebih meningkatkan hubungan bilateral kami dengan Rusia karena kami memiliki target untuk mencapai volume perdagangan bilateral USD100 miliar dengan Rusia,” tukas dia.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın