Turki

Presiden Azerbaijan sebut negaranya dan Turki punya banyak proyek di Karabakh

Azerbaijan menulis sejarah bersama Turki di banyak bidang, kata Presiden Azerbaijan Aliyev

Beyza Binnur Dönmez   | 27.10.2021
Presiden Azerbaijan sebut negaranya dan Turki punya banyak proyek di Karabakh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev (kanan) mengadakan konferensi pers bersama di Zangilan, Azerbaijan pada 26 Oktober 2021. ( Doğukan Keskinkılıç - Anadolu Agency )

ANKARA

Turki dan Azerbaijan memiliki "banyak proyek" yang harus dilakukan di wilayah-wilayah yang dibebaskan, kata Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev pada Selasa.

Berbicara dalam konferensi pers bersama setelah upacara pembukaan Bandara Internasional Fuzuli bersama Presiden Turki Recep Tayyip ErdoganAliyev mengatakan, "Kami berdiri bahu-membahu dengan Turki."

Dia mengatakan Azerbaijan "menulis sejarah bersama dengan Turki," dan menambahkan, "Kami bersama selama seluruh perang, kami bersama-sama hari ini."

Aliyev menyebut Erdogan "salah satu faktor terpenting bagi seluruh dunia Turki."

Kondisi yang menguntungkan bagi perdamaian Azerbaijan-Armenia

Mengenai hubungan Azerbaijan-Armenia, Erdogan mengatakan lingkungan lebih menguntungkan daripada sebelumnya untuk perdamaian abadi dan kemajuan menuju normalisasi.

Dia mengatakan bahwa jika pihak Armenia menunjukkan niat yang tulus dengan Azerbaijan, "tidak akan ada halangan untuk normalisasi hubungan Turki dengan Armenia."

Presiden Turki juga mengatakan bahwa perbatasan harus ditentukan dan diakui bersama dengan Azerbaijan dan tetangganya.

"Pemahaman ini menjadi dasar hubungan bertetangga yang baik," tambah dia.

Erdogan dan Aliyev pada Selasa bersama-sama meresmikan bandara baru di daerah yang dibebaskan dari pendudukan Armenia.

Erdogan adalah kepala negara pertama yang mendarat di Bandara Internasional Fuzuli, bandara pertama Azerbaijan di wilayah yang dibebaskan dari Armenia. Ini adalah kunjungan resmi ketiga presiden Turki ke Nagorno-Karabakh sejak pembebasan kawasan itu tahun lalu.

Pembebasan Karabakh

Hubungan antara bekas Soviet, Azerbaijan dan Armenia telah tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, juga dikenal sebagai Karabakh Atas, sebuah wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.

Bentrokan baru meletus pada 27 September 2020, di saat tentara Armenia melancarkan serangan berulang kali terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan dan juga melanggar beberapa perjanjian gencatan senjata kemanusiaan.

Selama peperangan 44 hari, Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan sekitar 300 pemukiman dan desa yang diduduki oleh Armenia selama hampir tiga dekade.

Pertempuran berakhir pada 10 November 2020, setelah kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi oleh Rusia.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın