Muhammad Abdullah Azzam
26 September 2020•Update: 26 September 2020
Elif Ferhan Yesilyurt
ISTANBUL
Turki akan terus mendukung sistem perdagangan global berdasarkan persaingan dan aturan-aturan, daripada meningkatkan kecenderungan proteksionis, kata menteri perdagangan negara itu pada Jumat.
"Dengan semua sumber daya ekonomi dan sumber daya manusia kami, serta produksi dan daya saing kami, Turki akan berhasil dalam sistem yang adil dan berdasarkan aturan-aturan," kata Menteri Perdagangan Turki Ruhsar Pekcan dalam pertemuan dengan perusahaan-perusahaan di Istanbul.
Tahun lalu, pada saat ekonomi global menyusut 3,6 persen dan ekspor banyak negara mengalami kerugian, Turki memiliki ekspor dengan pertumbuhan tercepat keenam di dunia dengan USD180,8 miliar - naik 2,1 persen, lanjut Pekcan.
Dia juga mengatakan berkat terobosan di sektor jasa, ekspor jasa Turki meningkat 10 persen tahun lalu mencapai USD65 miliar.
"Surplus perdagangan jasa kami meningkat 16 persen menjadi USD36,2 miliar. Kontribusi Turki dari total ekspor dunia adalah 0,96 persen pada 2019. Angka ini merupakan bagian tertinggi dalam pasar ekspor dunia untuk Turki sejak 1948."
Memperhatikan bahwa 4,2 persen ekspor dan 5,3 persen impor dilakukan dengan mata uang domestik tahun lalu, dia memperkirakan bahwa tarif ini akan meningkat lebih lanjut di periode berikutnya.
Dalam 18 tahun terakhir, Pekcan menegaskan Turki tengah memperdalam interaksinya dengan pasar global dan meningkatkan kapasitas ekspornya.
"Sejalan dengan pertumbuhan tinggi dan nilai tambah produksi dalam negeri perspektif ekonomi negara kami, kami meningkatkan ekspor kami dengan fokus pada teknologi, desain dan nilai tambah setiap hari," pungkas dia.