Muhammad Abdullah Azzam
07 November 2020•Update: 07 November 2020
Baris Gundogan
ANKARA
Kelompok masyarakat yang terdiri dari penulis, akademisi, jurnalis, dan pengacara Turki menyerukan tekad bersama melawan kekerasan dan terorisme PKK.
Dalam sebuah pernyataan pada Jumat, kelompok itu menyerukan "hidup tanpa kekerasan, teror, pertumpahan darah" di Turki.
Di antara para penandatangan pernyataan tersebut adalah penulis Ertugrul Baser, Profesor Edibe Sozen, Profesor Erdal Baykan, jurnalis Ahmet Tezcan, Profesor Erol Goka, pendidik Serdar Kaya, jurnalis dan penulis Guldali Coskun, jurnalis Halime Kokce, pengacara Safa Mursel dan sosiolog Ercan Sen.
Seruan itu muncul setelah tiga pekerja bangunan tewas dalam serangan teroris PKK di tenggara Turki awal pekan ini.
Kementerian Pertahanan Nasional Turki mengatakan pada Rabu bahwa lima teroris yang bertanggung jawab atas serangan itu telah dilumpuhkan.
Otoritas Turki sering menggunakan kata "dilumpuhkan" dalam pernyataan mereka untuk menyiratkan bahwa teroris yang dimaksud menyerah, dibunuh atau ditangkap.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.