Turki

IHH Turki salurkan bantuan ke Somalia yang dilanda kekeringan parah

Negara Afrika itu berjuang melawan kekeringan terburuk dalam lebih dari 10 tahun terakhir

Mohammed Dhaysane   | 01.12.2021
IHH Turki salurkan bantuan ke Somalia yang dilanda kekeringan parah Sebuah kelompok bantuan kemanusiaan Turki mengumumkan pada 30 November 2021 bahwa mereka akan mengambil bagian dalam kampanye bantuan yang sedang berlangsung di Somalia karena kekeringan mematikan terkait perubahan iklim yang telah menewaskan sedikitnya enam orang dalam seminggu terakhir. Foto: IHH - Anadolu Agency

MOGADISHU, Somalia

Sebuah yayasan bantuan kemanusiaan Turki akan menggelar kampanye bantuan kemanusiaan untuk Somalia yang dilanda kekeringan mematikan akibat perubahan iklim yang telah menewaskan sedikitnya enam orang dalam seminggu terakhir.

"Kami saat ini sedang merencanakan zona CR. Kami berencana untuk menyumbangkan makanan dan air di sana. Kami secara teratur menyumbangkan daging ke kamp-kamp di Mogadishu dan Baidoa setiap bulan," kata perwakilan Yayasan Kemanusiaan IHH di Somalia Hasan Demir kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan lembaganya memberi makanan kepada 1.000 keluarga setiap bulan di negara Tanduk Afrika itu.

Wilayah Gedo, Juba Bawah dan Bakol adalah daerah yang paling parah terkena dampak, dan lima anak meninggal karena kekurangan makanan dan air, menurut para pejabat.

Sementara ratusan ternak sekarat, para penggembala menghadapi kesulitan besar karena pasar ternak di beberapa bagian negara itu telah rusak.

Jika Anda berhasil menemukan pembeli, Anda akan mendapatkan kurang dari USD10 untuk domba atau kambing dan kurang dari USD60 untuk sapi dibandingkan dengan rata-rata USD70 hingga USD90 untuk domba dan kambing dan rata-rata USD350 hingga USD400 untuk sapi, kata seorang aktivis masyarakat kepada Anadolu Agency.

Somalia memiliki populasi lebih dari 15,8 juta, dimana 60 persen tinggal di daerah pedesaan sebagai penggembala nomaden atau semi-nomaden.

Iklim memainkan peran kunci dalam ekonomi dan mata pencaharian masyarakat karena ekonomi didominasi oleh kegiatan pertanian, menurut Bank Dunia.

Di Somalia, dampak perubahan iklim dari kekeringan dan banjir menimbulkan bahaya paling parah bagi negara itu karena saat ini sedang berjuang melawan kekeringan terburuknya dalam lebih dari satu dekade.

Pemerintah telah menyatakan keadaan darurat kemanusiaan karena kekeringan.

Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed awal pekan ini mendesak masyarakat internasional agar memberikan bantuan segera.

Jumlah orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan akan meningkat 30 persen tahun depan dari 5,9 juta menjadi 7,7 juta, ungkap PBB awal November.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın