Fuat Kabakcı
14 Juli 2026•Update: 14 Juli 2026
Pesawat tempur nirawak pertama buatan Turkiye, Bayraktar KIZILELMA, berhasil menghantam sasaran dalam uji tembak langsung perdananya menggunakan rudal supersonik udara-ke-permukaan JET-230 buatan ROKETSAN.
Pengembangnya, Baykar, menyebut keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan pesawat dengan terus bertambahnya kemampuan operasionalnya.
Menurut Baykar, uji coba tersebut menandai pencapaian baru dalam pengembangan Bayraktar KIZILELMA seiring berlanjutnya integrasi berbagai sistem dan kemampuan baru.
Uji penembakan dilaksanakan di Komando Pangkalan Jet Utama ke-5 di Merzifon. Model produksi massal dengan nomor ekor S2 berangkat dari Pusat Pelatihan Penerbangan dan Uji AKINCI Baykar di Corlu, Provinsi Tekirdag, pada 8 Juli sebelum dipindahkan ke Merzifon untuk menjalani persiapan.
Setelah menyelesaikan rangkaian pengujian, pesawat tempur nirawak tersebut lepas landas pada 11 Juli dengan membawa dua rudal supersonik JET-230 di bawah sayapnya menuju sasaran di atas laut.
Bayraktar KIZILELMA kemudian meluncurkan rudal JET-230 dari jarak lebih dari 120 kilometer dan berhasil menghantam sasaran dengan presisi.
Keberhasilan uji coba tersebut menunjukkan kemampuan pesawat untuk melaksanakan misi-misi penting menggunakan amunisi supersonik udara-ke-permukaan.
Tonggak baru dalam pengembangan KIZILELMA
Ketua Dewan Direksi sekaligus Chief Technology Officer (CTO) Baykar, Selcuk Bayraktar, yang memimpin pengujian tersebut, menyampaikan apresiasi kepada tim setelah uji tembak berhasil dilaksanakan.
"Satu tonggak penting lagi telah berhasil kami capai. Saya mengucapkan selamat kepada kalian semua," kata Bayraktar.
Dalam beberapa bulan terakhir, integrasi berbagai amunisi buatan dalam negeri ke Bayraktar KIZILELMA terus dipercepat.
Sebelumnya, pesawat ini telah berhasil menjalani uji penembakan rudal udara-ke-udara GOKDOGAN serta amunisi berpemandu TOLUN, TEBER-82, KGK, dan LGK-82.
Penambahan rudal JET-230 semakin memperluas kemampuan operasional Bayraktar KIZILELMA untuk menghadapi beragam jenis sasaran.
Kemampuan KIZILELMA terus berkembang
Pada Desember 2025, prototipe ketiga dan kelima Bayraktar KIZILELMA mencatat sejarah dengan melakukan penerbangan formasi jarak dekat otonom pertama di dunia yang melibatkan dua pesawat tempur nirawak menggunakan algoritma swarm autonomy yang dikembangkan Baykar.
Sebelumnya, pada November 2025, Bayraktar KIZILELMA juga menjadi pesawat tempur nirawak pertama yang berhasil menghancurkan sasaran udara menggunakan rudal udara-ke-udara jarak jauh di luar jangkauan pandang (beyond-visual-range/BVR).
Dalam pengujian di lepas pantai Sinop, pesawat tersebut menghancurkan target udara yang ditandai radar MURAD AESA buatan ASELSAN menggunakan rudal GOKDOGAN yang dikembangkan TUBITAK SAGE.
Baykar pertahankan posisi sebagai eksportir UAV terbesar
Baykar menyatakan seluruh proyeknya sejak perusahaan berdiri dibiayai menggunakan sumber daya sendiri dan sejak 2025 tetap menjadi eksportir terbesar dunia di segmen kendaraan udara nirawak (UAV).
Perusahaan membukukan ekspor senilai 2,2 miliar dolar AS pada tahun lalu, dengan 90 persen pendapatannya berasal dari pasar ekspor.
Hingga kini, Baykar telah menandatangani perjanjian ekspor dengan 39 negara, yang mencakup 36 negara untuk drone bersenjata Bayraktar TB2 dan 16 negara untuk wahana tempur nirawak Bayraktar AKINCI.