Repertoar

Warga temukan jenazah 15 laki-laki di Sagaing, Myanmar

Bekas luka sayatan pisau di leher dan wajah mereka menunjukkan korban disiksa dengan kejam

Devina Halim   | 14.07.2021
Warga temukan jenazah 15 laki-laki di Sagaing, Myanmar Ilustrasi tentara Myanmar (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Warga Kotapraja Kani, Sagaing, Myanmar, menemukan jenazah 15 laki-laki di hutan setelah tentara menahan sekelompok penduduk dari desa terdekat.

Para laki-laki tersebut termasuk di antara 26 orang yang hilang pada Jumat dan Sabtu ketika pasukan junta menyerbu rumah-rumah di Desa Yin, Kone Thar, dan Kyauk Hlay Khar.

Berdasarkan foto dan video yang diterima media lokal Myanmar Now, mata sejumlah korban ditutup dengan pakaian mereka sendiri dan beberapa diikat satu sama lain.

Luka-luka di tubuh para jenazah, termasuk luka sayatan pisau di leher dan wajah mereka, menunjukkan korban disiksa dengan kejam.

Menurut warga lokal, para korban yang kebanyakan berusia 30-50 tahun termasuk seorang ayah dan dua anaknya serta tiga saudara laki-laki dan seorang keponakan mereka.

“Mereka semua dibunuh bersama-sama tepat setelah mereka tertangkap. Saya pikir mereka semua tertangkap bersama. Mereka benar-benar membantai mereka semua,” kata warga Desa Yin yang ikut menemukan para jenazah, seperti diberitakan Myanmar Now, Selasa.

Keluarga menguburkan jenazah para korban pada 12 Juli.

Sejumlah foto juga mengindikasikan para tentara mengobrak-abrik penampungan sementara di daerah itu saat penggerebekan, melempar barang-barang warga, dan menghancurkan dua sepeda motor.

Bahkan, menurut warga Desa Kone Thar, tentara membawa penduduk lokal yang tangannya diikat dan menembak mereka.

Perwakilan junta tidak dapat dimintai keterangan mengenai pembunuhan tersebut.

Ada pula warga lokal yang mengungkapkan mereka kesulitan mengambil jenazah karena tentara meletakkan ranjau di sekitarnya.

Namun, Myanmar Now tidak dapat mengonfirmasi klaim warga tersebut secara independen.

Di antara 26 warga yang ditahan, terdapat empat perempuan dan kini telah dibebaskan.

Akan tetapi, sejumlah pihak khawatir akan ada lebih banyak jenazah yang ditemukan mengingat banyak orang masih hilang.

Akibat penyerbuan tentara ke desa-desa tersebut, lebih dari 10.000 penduduk, termasuk bayi dan lansia, mengungsi.

Seorang warga Desa Kone Thar mengungkapkan tentara mengikuti penduduk ke tempat pengungsian dan merampok persediaan makanan, uang, serta meracuni stok air.

Wilayah Kani menjadi benteng bagi gerakan untuk menggulingkan junta setelah kudeta militer sehingga mengakibatkan daerah tersebut menderita pembalasan brutal.

Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.

Hingga 13 Juli, kelompok masyarakat sipil mencatat 906 korban tewas sejak kudeta militer.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.