Regional

Suu Kyi tampak tidak sehat saat jalani sidang pertamanya

Namun, kuasa hukum Suu Kyi mengatakan pemimpin Myanmar yang digulingkan tersebut tampak memperhatikan jalannya persidangan

Devina Halim   | 15.06.2021
Suu Kyi tampak tidak sehat saat jalani sidang pertamanya Pemimpin terguling Myanmar Aung San Suu Kyi (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Pemimpin terguling Myanmar Aung San Suu Kyi terlihat tidak sehat saat menjalani sidang pertamanya pada Senin kemarin, sebagaimana disampaikan kuasa hukum Suu Kyi.

Sidang tersebut dijalani Suu Kyi untuk tuduhan mengimpor walkie-talkie secara ilegal dan melanggar pembatasan virus korona selama pemilihan tahun lalu yang dimenangkan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dengan telak.

“Daw Aung San Suu Kyi tampak tidak begitu sehat tetapi sepanjang persidangan tampak cukup tertarik dan memperhatikan,” kata Khin Maung Zaw, salah satu pengacara Suu Kyi, dalam pernyataannya, Senin malam.

Para kuasa hukum dapat menemui Suu Kyi untuk ketiga kalinya pada Senin kemarin, sejak dia ditahan Februari silam.

Media lokal The Irrawaddy melaporkan, dalam sidang tersebut, pengadilan hanya mendengar kesaksian tanpa pemeriksaan silang dengan saksi dari penuntut.

“Kami tidak punya cukup waktu untuk mendengarkan saksi dari jaksa sehingga sidang akan dilanjutkan minggu depan,” kata pengacara Suu Kyi, Daw Min Min Soe, dikutip dari The Irrawaddy.

Suu Kyi juga dijadwalkan menjalani sidang lain pada 15 Juni, di mana dia didakwa melakukan penghasutan.

Kuasa hukum Suu Kyi berharap persidangan dapat selesai pada 26 Juli 2021.

Belum lama ini, junta mengajukan kasus korupsi terbaru terhadap Suu Kyi.

Suu Kyi dituduh menerima suap dan emas senilai USD600.000 atau setara dengan Rp8,5 miliar, dari mantan pemimpin negara bagian Yangon, serta dituduh menyelewengkan kekuasaannya untuk memberikan tanah kepada sebuah yayasan di Yangon.

Suu Kyi akan menghadapi hukuman 15 tahun penjara jika tuduhan korupsi terbukti.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.