Regional

Setelah 33 tahun sidang, Thailand vonis mantan walikota 3,5 tahun penjara

Mantan Walikota Krabi Chuan Pukaoluan terbukti secara ilegal menduduki 22 rai lahan hutan dan membangun pavilion segi delapan di Pulau Poda

Hayati Nupus   | 11.09.2019
Setelah 33 tahun sidang, Thailand vonis mantan walikota 3,5 tahun penjara Ilustrasi. (Foto file-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Mahkamah Agung Thailand memvonis hukuman 3,5 tahun penjara kepada mantan Walikota Krabi Chuan Pukaoluan karena perambahan hutan, sekaligus mengakhiri persidangan melawan Departemen Taman Nasional, Margasatwa dan Konservasi Tumbuhan selama 33 tahun.

Hakim menguatkan putusan banding dengan bukti bahwa Chuan secara ilegal menduduki 22 rai lahan hutan dan membangun pavilion segi delapan di Pulau Poda, di lepas pantai Krabi, yang menjadi yurisdiksi Taman Nasional Laut Hat Noppharat Thara-Phi Phi Archipelago.

Chuan mengklaim, dia menggunakan tanah tersebut sebelum pemerintah mengumumkan itu merupakan bagian dari taman nasional.

Februari lalu, Pengadilan pertama memenangkan Chuan.

Pejabat taman nasional mengajukan banding, dengan dukungan bukti foto udara pulau pada 1967.

Pengadilan Tinggi tak menemukan jejak pengembangan status tanah seperti klaim Chuan dan memvonis mantan pejabat itu telah melanggar UU Hutan dan UU Taman Nasional.

Hakim Mahkamah Agung menangguhkan hukuman selama dua tahun tetapi menjatuhkan denda sebesar 80.000 baht.

Selain itu, hakim juga memerintahkan Chuan untuk melakukan pelayanan masyarakat selama 30 jam.

Sebelum putusan dibacakan, Chuan, 83 tahun, mengatakan kepada wartawan bahwa dia siap untuk “menerima keputusan apapun.”

Sidang kasus walikota yang kemudian menjadi pengusaha perhotelan setelah membeli tanah di Poda itu digelar sejak 1985, setelah pihak taman nasional memperoleh dokumen ilegal tanah Nor Sor 3 Kor milik Chuan.

Para hakim mencabut dokumen dan memerintahkan Chuan untuk mengosongkan daerah tersebut.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın