Regional

PM Thailand bantah halangi perubahan konstitusi

PM Thailand minta oposisi tidak turun ke jalan untuk mendapatkan keinginannya melakukan amandemen konstitusi

Umar İdris   | 11.09.2019
PM Thailand bantah halangi perubahan konstitusi Ilustrasi bendera Thailand (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha menegaskan dia tidak menentang gerakan partai oposisi dan Partai Demokrat untuk melakukan amandemen konstitusi, meskipun partai koalisi lainnya tampak enggan atas gagasan itu.

Jenderal Prayut mengatakan pada hari Selasa bahwa dia tidak menentang upaya untuk mencari perubahan melalui konstitusi. Namun, dia mengatakan pengusung amandemen harus menghindari turun ke jalan demi mendapatkan apa yang mereka inginkan.

"Ini bukan niat pemerintah untuk menghentikan lawan, tapi kami tidak ingin masalah itu lepas kendali," kata perdana menteri, seperti dikutip dari Bangkok Post, Rabu.

Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwon mengatakan pada hari Selasa bahwa pemerintah memiliki prioritas lain seperti krisis akibat banjir yang harus segera diperhatikan.

"Sekarang bukan saatnya untuk membahas perbaikan konstitusi," kata Jenderal Prawit, yang juga kepala strategi Partai Palang Pracharath yang berkuasa, dikutip dari Bangkok Post.

Partai-partai koalisi perlu membicarakan masalah ini terlebih dahulu dan bertanya kepada masyarakat Thailand apa pendapat mereka tentang dorongan untuk perubahan piagam sejak konstitusi disahkan dalam referendum, katanya.

Demokrat dan partai-partai oposisi telah memulai gerakan di parlemen untuk membentuk komite yang akan mempelajari penulisan ulang konstitusi.

Sementara itu, juru bicara Demokrat Ramet Rattanachaweng mengatakan partainya telah memikirkan masalah ini dengan "sistematis".

Namun berdasarkan jajak pendapat terbaru oleh Institut Nasional Administrasi Pembangunan Thailand, kebanyakan orang Thailand tidak percaya ekonomi akan membaik dengan mengubah konstitusi.

Jajak pendapat dilakukan dari 5-6 September terhadap 1.260 orang Thailand dewasa.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın