Regional

Malaysia tak akan balas India soal larangan ekspor sawit

Perdana Menteri Mahathir Mohamad terus melakukan kritik atas UU Kewarganegaraan dan Kahsmir

Muhammad Nazarudın Latıef   | 21.01.2020
Malaysia tak akan balas India soal larangan ekspor sawit Ilustrasi. (Foto file-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Malaysia tidak akan membalas kebijakan perdagangan India yang melarang pembelian produk olahan minyak sawit di tengah pertikaian politik antara kedua negara, ujar Perdana Menteri Mahathir Mohamad, Senin.

India, pembeli minyak nabati terbesar di dunia, bulan ini secara efektif menghentikan impor dari pemasok terbesar dan produsen terbesar kedua di dunia itu untuk menanggapi komentar dari Mahathir yang menyerang kebijakan dalam negeri India.

"Kami terlalu kecil untuk melakukan tindakan pembalasan," kata Mahathir kepada wartawan di Langkawi, sebuah pulau peristirahatan di lepas pantai barat Malaysia.

"Kita harus menemukan cara dan sarana untuk mengatasinya," tambah dia.

Perdana Menteri Mahathir, yang memimpin negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut, mengkritik hukum kewarganegaraan baru berbasis agama di New Delhi dan juga menuduh India menginvasi Kashmir.

Mahathir lagi-lagi mengkritik undang-undang kewarganegaraan India pada Senin, dengan mengatakan dia yakin itu "sangat tidak adil".

India menjadi pasar minyak kelapa sawit terbesar Malaysia selama lima tahun terakhir, menghadirkan tantangan besar bagi negara Asia Tenggara itu untuk menemukan pembeli baru untuk minyak sawitnya.

Harga acuan sawit Malaysia di bursa komoditas turun hampir 10 persen minggu lalu, penurunan mingguan terbesar mereka dalam lebih dari 11 tahun.

New Delhi juga tidak senang dengan penolakan Malaysia untuk mendeportasi pengkhotbah Muslim asal India, Zakir Naik, yang telah tinggal di Malaysia selama 3 tahun

Naik saat ini tengah menghadapi tuduhan pencucian uang dan ujaran kebencian di India.

Mahathir mengatakan Naik akan dikembalikan ke India jika pemerintah negara mayoritas berpenduduk Hindu tersebut bisa menjamin persidangan yang adil

"Jika tidak, kita dapat cari negara ketiga," kata Mahathir.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın