Regional

Kualitas udara di Putrajaya "sangat tidak sehat" akibat kabut asap

Wilayah lainnya yang memiliki kualitas udara “sangat tidak sehat” adalah Johan Setia di Klang, Selangor, dan Sri Aman, Samarahan dan Kuching di Sarawak.

Pizaro Gozali İdrus   | 16.09.2019
Kualitas udara di Putrajaya "sangat tidak sehat" akibat kabut asap Kantor Perdana Menteri Malaysia terlihat diselimuti asap akibat kebakaran hutan di Putra Jaya, Malaysia pada 10 September 2019. (Farid Tajuddin - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Putrajaya menjadi salah satu dari lima daerah di Malaysia yang memiliki kualitas udara “sangat tidak sehat” pada Senin pagi, lansir Bernama.

Kompleks pemerintahan Malaysia itu mengalami kualitas udara yang buruk karena kabut asap.

Wilayah lain yang memiliki kualitas udara “sangat tidak sehat” adalah Johan Setia di Klang, Selangor, dan Sri Aman, Samarahan dan Kuching di Sarawak.

Sistem Manajemen Indeks Pencemaran Udara (APIMS) menunjukkan indeks pencemaran udara (API) di Putrajaya berada pada angka 203 pada jam 9 pagi.

API antara nol dan 50 menunjukkan kualitas udara yang baik; 51 dan 100, sedang; 101 dan 200, tidak sehat; 201 dan 300, sangat tidak sehat dan 300 ke atas, berbahaya.

Kualitas udara terdaftar sebagai 'tidak sehat', dengan API di atas 101.

Malaysia berencana mengirimkan surat ke Sekretariat ASEAN soal perlunya merumuskan dan menegakkan hukum kabut asap lintas batas.

“Tindakan itu harus seragam di seluruh wilayah, terutama negara yang terkena dampak kabut asap,” ujar Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Malaysia Yeo Bee Yin, seperti dikutip The New Strait Times.

Surat itu, kata Yun, juga menyebutkan bahwa Malaysia dapat membantu mengurangi kabut asap yang tengah berlangsung.

Saat ini, ujar Yun, Malaysia tak memiliki kekuatan hukum untuk menindak kabut asap lintas batas.

Oleh karenanya, lanjut Yun, Malaysia lebih memilih untuk mengirimkan surat ke Sekretariat ASEAN di Jakarta.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın