Regional

Kamp diterjang badai, 1 tewas dan 4.500 pengungsi kehilangan tempat tinggal

Sekitar 5.000 Rohingya yang mendiami sebidang tanah tak bertuan antara Bangladesh dan Myanmar juga dilanda badai

Muhammad Nazarudin Latief   | 08.07.2019
Kamp diterjang badai, 1 tewas dan 4.500 pengungsi kehilangan tempat tinggal Kamp pengungsian etnis Rohingya di Cox Bazar. (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Muhammad Latief

JAKARTA

Seorang meninggal dan 4.500 orang lainnya kehilangan tempat tinggal setelah tanah longsor menghantam kamp-kamp pengungsian etnis Rohingya di Bangladesh, ujar seorang petugas lembaga bantuan, Minggu.

Hujan dengan curah setinggi 35 sentimeter turun 72 jam sebelum tanah mulai longsor pada Sabtu di kamp-kamp di sekitar Cox's Bazar yang menampung lebih dari 900.000 orang muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar, kata PBB.

Seperti dilansir Channel News Asia, ada dua puluh enam kejadian tanah longsor dilaporkan di kamp-kamp sementara yang dibangun di bukit dekat perbatasan dengan Myanmar.

Pepohonan di kawasan itu memang sudah digunduli untuk membangun gubuk-gubuk dan untuk kayu bakar sehingga membuat kawasan tidak stabil.

Pejabat UNHCR Areez Rahman mengatakan sekitar 30 kamp terkena dampak badai.

Seorang wanita berusia 50-an meninggal setelah tertimpa tembok yang runtuh, ujar dia.

Nur Mohammad, seorang Rohingya berusia 40 tahun di kamp utama Kutupalong, mengatakan 12 kerabat menyelamatkan diri ke pondok terpal di perbukitan untuk berlindung.

"Rumah saya sudah penuh sesak. Saya khawatir bagaimana saya akan memberi makan semua orang ini," kata dia.

Para pejabat mengatakan sekitar 5.000 Rohingya yang mendiami sebidang tanah tak bertuan antara Bangladesh dan Myanmar juga dilanda badai.

"Anak-anak sakit diare dan kami tidak memiliki air minum yang cukup," kata pemimpin kamp Dil Mohammad.

Dia mengatakan sebagian besar kamp berlutut jauh di dalam air karena pihak berwenang Myanmar telah meletakkan bendungan di sungai terdekat.

Komisaris pengungsi Bangladesh Mohammad Abul Kalam mengatakan pada hari Minggu persiapan darurat sedang dilakukan.

Badai muson menewaskan 170 orang di kamp pengungsi pada 2017.

Tahun lalu badan pengungsi PBB memindahkan 30.000 Rohingya keluar dari daerah-daerah yang dianggap berisiko tinggi tanah longsor dan banjir.

Sekitar 740.000 Rohingya melarikan diri dari serbuan militer di negara bagian Rakhine Myanmar yang didominasi Buddha pada Agustus 2017, bergabung dengan sekitar 200.000 yang sudah tinggal di kamp-kamp di seberang perbatasan.

Bangladesh ingin merelokasi 100.000 pengungsi ke pulau terpencil di Teluk Benggala, tetapi rencana ini ditentang oleh para pengungsi dan kelompok-kelompok hak asasi internasional.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın