Hayati Nupus
26 Februari 2019•Update: 27 Februari 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Istana Malacanang Filipina mengungkapkan akan menegakkan hukum imigrasi terhadap pekerja ilegal China, lansir Philstar.
Pernyataan itu dilontarkan ketika Kongres Serikat Buruh Filipina (TUCP) dan kelompok lainnya mendorong pemerintah agar tidak membuka peluang tenaga kerja asing merampok negara mereka.
Dorongan ini juga disetujui oleh Presiden Senat Vicente Sotto III, Panfilo Lacson dan Joel Villanueva, komite perburuhan, pekerjaan dan pengembangan manusia, yang menolak seruan Duterte agar mengizinkan buruh China bekerja di negara mereka, demi menghindari serangan balik terhadap lebih dari 300.000 pekerja Filipina di negeri panda.
“Hukum kita akan diterapkan dengan tegas kepada semua warga negara asing yang melanggar,” ujar juru bicara kepresidenan Salvador Panelo.
Pekerja China yang memiliki izin bekerja dan tertib aturan imigrasi, lanjut Panelo, akan memperoleh perlindungan yang layak.
Panelo melanjutkan bahwa Presiden Duterte telah mengirimkan catatan itu kepada Duta Besar China Zhao Jianhua, berikut daftar nama warga negara negeri panda yang melanggar.
Dalam dengar pendapat beberapa waktu lalu, pejabat tenaga kerja mengatakan bahwa warga negara China menggunakan visa turis sebelum memperoleh izin bekerja untuk perusahaan game daring.
Mereka mengatakan ada lebih dari 119.000 turis berkunjung ke Filipina, mayoritas warga negara China.
TUCP menegaskan sebagai negara hukum, kebijakan di Filipina jelas, semua jenis pekerjaan, termasuk pekerjaan dengan keahlian khusus, harus diberikan kepada pekerja professional Filipina.
“Jika ada spesialisasi pekerjaan yang tidak tersedia di pasar tenaga kerja kita, barulah dapat diberikan kepada pekerja asing dengan mengajukan permohonan izin kerja ke Departemen Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan (DOLE) dan Biro Imigrasi (BI),” kata Presiden TUCP Raymond Mendoza.
Begitu juga dengan program infrastruktur pemerintah Build Build Build, lanjut Mendoza, harus memprioritaskan tenaga kerja China lebih dulu ketimbang tenaga kerja asing.
“Begitu pula untuk negara lain seperti Jepang, Amerika dan Planet Mars, tidak ada pengecualian,” tambah Presiden Senat Vicente Sotto III.
Direktur Biro Pekerjaan Lokal DOLE mengklarifikasi pernyataan Duterte bahwa tak berarti pekerja China tidak boleh memperoleh izin.
“Seperti warga negara asing lainnya, pekerja China harus melakukan itu secara legal, harus memiliki dokumen resmi,” jelas Tutay.