Regional

Indonesia, Malaysia khawatir kapal selam nuklir AUKUS

Pada tahun 1995, ASEAN menetapkan perjanjian kawasan bebas senjata nuklir

Pizaro Gozali Idrus   | 18.10.2021
Indonesia, Malaysia khawatir kapal selam nuklir AUKUS Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi. (Dok.Kemenlu - Anadolu Agency)

JAKARTA

Indonesia dan Malaysia menyatakan kekhawatiran atas pakta pertahanan AUKUS untuk membuat kapal selam nuklir ke Australia, meskipun tidak ada senjata nuklir yang digunakan.

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah menyampaikan keberatan tersebut dalam konferensi pers pasca pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi di Jakarta pada Senin.

"Kami sepakat soal isu terbaru di kawasan mengenai negara di dekat kami yang membeli kapal selam bertenaga nuklir baru. Meskipun negara itu tidak memiliki kapasitas untuk senjata nuklir, kami khawatir dan risau," ungkap Saifuddin.

Pakta keamanan AUKUS lahir sebagai respons atas meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan yang merupakan kawasan perairan yang menopang jalur perdagangan bernilai triliunan dollar AS.

Pada tahun 1995, ASEAN menetapkan perjanjian kawasan bebas senjata nuklir atau Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di Asia Tenggara.

Pada 15 September, Australia, Inggris, dan Amerika Serikat mengungkapkan kerja sama pertahanan trilateral. Salah satu isinya, Australia akan dilengkapi dengan armada kapal selam bertenaga nuklir canggih.​​​​​​​

Sejumlah negara menyampaikan keprihatinan atas kerja sama tersebut dan meminta Australia meninggalkan permainan kekuatan dan pengembangan senjata nuklir di wilayah Indo-Pasifik.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın