Regional

ASEAN-India berkomitmen junjung UNCLOS di tengah perselisihan dengan China

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar mengatakan negaranya sepenuhnya mendukung ASEAN yang kuat, bersatu dan makmur dengan peran sentral di Indo-Pasifik

Pizaro Gozali Idrus   | 17.06.2022
ASEAN-India berkomitmen junjung UNCLOS di tengah perselisihan dengan China Perdana Menteri India Narendra Modi bersama delegasi ASEAN dalam perayaan 30 tahun kemitraan India dan ASEAN di New Delhi pada 16 Juni 2022. (Dok. Twitter Narendra Modi - Anadolu Agency)

JAKARTA

ASEAN dan India pada Kamis berkomitmen untuk menjaga prinsip multilateralisme dan hukum laut internasional saat merayakan kemitraan 30 tahun kedua pihak di New Delhi.

Pernyataan bersama ini disampaikan di tengah perselisihan ASEAN-China di Laut China Selatan dan alotnya negosiasi code of conduct antara kedua pihak.

Dalam sebuah pernyataan bersama yang secara tidak langsung menyinggung China, ASEAN dan India menegaskan kembali komitmen terhadap multilateralisme yang didasarkan pada prinsip-prinsip hukum internasional, termasuk PBB, Konvensi PBB tahun 1982 tentang Hukum Laut (UNCLOS) dan perjanjian lainnya yang memelihara kerangka kerja sama regional yang terbuka dan inklusif.

“Mendukung Sentralitas ASEAN dalam arsitektur regional berbasis aturan yang berkembang, menjunjung tinggi multilateralisme dalam merespons tantangan regional dan global,” tulis pernyataan bersama ASEAN dan India.

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar mengatakan negaranya sepenuhnya mendukung ASEAN yang kuat, bersatu dan makmur dengan peran sentral di Indo-Pasifik.

Dengan Myanmar tidak berpartisipasi dalam pertemuan menteri luar negeri India-ASEAN, pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertemuan tidak menyebutkan situasi di negara itu.

Jaishankar mengatakan bahwa India sepenuhnya mendukung ASEAN yang kuat, bersatu dan makmur dengan peran sentral di Indo-Pasifik.

“Kedua belah pihak harus mengidentifikasi serangkaian prioritas baru sambil menavigasi “jalur sulit” yang timbul dari perkembangan di Ukraina,” ucap Jaishankar dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri India.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengkritik Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Dia juga mengatakan persaingan antara AS dan China dapat berdampak langsung bagi semua pihak di wilayah Asia.

"Jadi semua perkembangan ini, jika dibiarkan, dapat mengancam satu-satunya sistem perdamaian dan stabilitas yang kita andalkan untuk pertumbuhan kita, pembangunan kita, kemakmuran kita selama puluhan tahun," kata Balakrishnan, memperingati 30 tahun hubungan India dan ASEAN.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın