Regional

65 tentara Myanmar tewas dalam bentrok dengan kelompok etnis bersenjata Karen pada Juli

Kelompok pemberontak Persatuan Nasional Karen (KNU) melaporkan terdapat 133 pertempuran di daerah tersebut pada bulan kemarin

Devina Halim   | 05.08.2021
65 tentara Myanmar tewas dalam bentrok dengan kelompok etnis bersenjata Karen pada Juli Pasukan keamanan mengintervensi demonstran selama protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar pada 6 Maret 2021. (Stringer - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Sekitar 65 tentara Myanmar tewas dan 101 lainnya terluka dalam bentrok dengan kelompok etnis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA) di Distrik Mutraw (Hpapun), Negara Bagian Karen, sepanjang bulan Juli.

Adapun KNLA merupakan sayap bersenjata dari salah satu kelompok pemberontak terbesar di Myanmar, Persatuan Nasional Karen (KNU).

Pihak KNU melaporkan terdapat 133 pertempuran di daerah tersebut pada bulan kemarin, di mana salah satu yang terluka adalah komandan batalyon junta, sebagaimana dilaporkan media lokal Myanmar Now, Rabu.

KNU juga mengungkapkan dewan militer bertanggung jawab atas 25 episode tembakan artileri di area warga sipil. Empat warga dilaporkan memicu ledakan ranjau darat.

Menurut Juru Bicara Brigade 5 KNLA Kolonel Saw Kler Doh, dua personel Pasukan Penjaga Perbatasan yang bersekutu dengan militer menyerahkan diri ke KNLA pada Juli, dan empat senjata ringan disita saat itu.

Tiga pasukan KNLA ikut dilaporkan terluka.

KNU mengatakan pasukan junta telah mencuri ternak dari warga lokal, termasuk kerbau dan sapi.

Dewan militer tidak memberi respons terhadap tuduhan KNU hingga berita ini diturunkan.

Selain KNLA, pasukan junta Myanmar terlibat pertempuran dengan kelompok bersenjata lokal lainnya di Negara Bagian Shan, Kachin, Kayah, serta Chin.

Junta mengumumkan pada 31 Juli bahwa mereka akan menghentikan seluruh kegiatan militer selama Agustus hingga September.

Namun, kelompok etnis bersenjata mempertanyakan ketulusan pengumuman junta tersebut.

Militer Myanmar telah lama diketahui kerap melanggar gencatan senjata sepihak yang mereka umumkan dalam perang melawan kelompok etnis bersenjata.

Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.

Kelompok masyarakat sipil mencatat 946 orang tewas sejak militer melakukan kudeta di Myanmar dan 5.495 orang masih ditahan hingga 4 Agustus.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın