Politik, Regional

Pasukan junta Myanmar tewaskan 860 orang sejak kudeta militer

Kelompok masyarakat sipil mencatat 4.804 orang masih berada di dalam tahanan

Devina Halim   | 11.06.2021
Pasukan junta Myanmar tewaskan 860 orang sejak kudeta militer Ilustrasi. (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Korban tewas sejak kudeta militer di Myanmar mencapai 860 orang, sebagaimana dilaporkan kelompok masyarakat sipil pada Jumat dini hari.

Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) mengungkapkan korban bertambah dua orang yang tewas pada Rabu dan didokumentasikan Kamis kemarin.

Hingga 10 Juni 2021, AAPP mencatat 4.804 orang masih berada di dalam tahanan, di mana 173 orang di antaranya dijatuhi hukuman.

AAPP melaporkan pasukan junta menangkap seorang guru yang terlibat dalam Gerakan Pembangkangan Sipil (CDM) dan berpartisipasi dalam aksi pemogokan, di Kotapraja Amapura, Mandalay, 9 Juni 2021.

AAPP sekaligus melaporkan dua penyair, Maung Yu Paing dan Nayi Myeik alias Lwin Aung, aktivis Tin Ko Ko Oo, dan anggota eksekutif Liga Nasional Demokrasi (NLD) Soe Linn, dijatuhi hukuman dua tahun penjara.

"(Keempatnya) didakwa dengan Pasal 505(a) Hukum Pidana," ungkap AAPP dalam keterangannya.

Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın