Amir Latif Arain
12 April 2026•Update: 12 April 2026
Pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad untuk mengakhiri konflik yang lebih luas di Timur Tengah telah berakhir tanpa kesepakatan, kata Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar pada Minggu, seraya mendesak kedua pihak tetap mematuhi komitmen gencatan senjata dua pekan.
Dalam konferensi pers singkat di Islamabad, Dar menyatakan harapannya agar kedua pihak melanjutkan upaya diplomasi dengan semangat positif guna mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya menjaga komitmen terhadap gencatan senjata yang telah disepakati.
“Penting bagi kedua pihak untuk terus mematuhi komitmen terhadap gencatan senjata,” ujarnya.
Dar juga menyampaikan apresiasi kepada kedua negara atas pengakuan terhadap peran Pakistan dalam memfasilitasi kesepakatan dan proses mediasi.
Menurutnya, Pakistan akan terus memainkan peran dalam mendorong dialog antara Iran dan Amerika Serikat pada masa mendatang.
“Saya bersama Panglima Angkatan Bersenjata dan Kepala Staf Angkatan Darat Field Marshal Syed Asim Munir membantu memediasi beberapa putaran negosiasi yang intens dan konstruktif selama 24 jam terakhir hingga berakhir pagi ini,” katanya.
Pernyataan Dar disampaikan setelah Wakil Presiden AS JD Vance meninggalkan Pakistan pada Minggu, usai menyatakan bahwa perundingan tidak menghasilkan kesepakatan.
Vance meninggalkan lokasi pembicaraan sekitar satu jam setelah menggelar konferensi pers terkait perundingan trilateral di Islamabad yang dimediasi Pakistan dan berlangsung hampir 21 jam sejak Sabtu.
Delegasi AS dipimpin oleh Vance, sementara delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Bagher Qalibaf.
Pakistan menjadi tuan rumah pembicaraan tersebut di tengah gencatan senjata dua pekan yang masih rapuh.