Raşa Evrensel
12 April 2026•Update: 12 April 2026
Sejumlah pemimpin oposisi Israel mengkritik klaim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait keberhasilan perang melawan Iran, dengan menyebut pemerintah gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pemimpin Partai Demokrat Israel Yair Golan mengatakan klaim kemenangan yang berulang justru menunjukkan tekanan yang dihadapi Netanyahu.
“Jika Anda benar-benar menang, Anda tidak perlu terus-menerus menyatakan kemenangan setiap beberapa hari,” tulis Golan di platform X. “Netanyahu berada di bawah tekanan karena ia tahu tujuan perang tidak tercapai.”
Pemimpin oposisi Yair Lapid juga menyampaikan kritik serupa, dengan menilai Netanyahu berusaha mengklaim keberhasilan militer untuk menutupi kegagalan pemerintahannya.
“Netanyahu kembali mengambil kredit atas pencapaian militer agar kita melupakan kegagalannya secara total,” kata Lapid seperti dikutip media Israel.
Ia menegaskan bahwa Netanyahu tidak berhasil mencapai satu pun tujuan perang yang telah ditetapkannya sendiri.
Lapid juga menyatakan bahwa masyarakat Israel menghargai kinerja aparat keamanan, namun mengharapkan kepemimpinan yang mampu memenangkan perang secara efektif.
“Kami menantikan kepemimpinan yang mampu memenangkan perang dan tidak menyalahgunakan sumber daya publik saat warga berada di tempat perlindungan,” ujarnya.
Sebelumnya, Netanyahu mengancam akan meningkatkan eskalasi di Lebanon dan menyatakan Israel hanya akan bersedia bernegosiasi jika Hizbullah dilucuti serta tercapai kesepakatan damai jangka panjang.
Dalam pidatonya, Netanyahu mengklaim Lebanon membuka jalur perundingan langsung sebagai hasil kekuatan militer Israel, serta menegaskan bahwa perang masih berlangsung meski Israel telah mencapai “hasil yang sangat besar.”
Pada Jumat malam, kepresidenan Lebanon menyatakan Lebanon dan Israel sepakat menggelar pertemuan pertama di Washington pada Selasa, langkah yang dikecam oleh Hizbullah.
Sejak ofensif besar-besaran Israel di Lebanon dimulai pada 2 Maret, sedikitnya 2.020 orang tewas dan 6.436 lainnya terluka.