Politik

Kremlin kritik 'gaya pembicaraan damai' Ukraina

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pembicaraan damai gaya Ukraina tidak akan membawa kebaikan bagi negara itu

Elena Teslova   | 21.06.2022
Kremlin kritik 'gaya pembicaraan damai' Ukraina Jubir Kremlin Dmitry Peskov (Foto file -Anadolu Agency)


MOSKOW

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin mengatakan bahwa mengadakan pembicaraan damai ala-Ukraina tidak membawakan kebaikan bagi negara itu.

Berbicara pada konferensi pers di Moskow, Peskov menyoroti "gaya Ukraina" soal pernyataan kepala delegasi Ukraina Davyd Arakhamia pada pembicaraan damai dengan Rusia, yang mengatakan Kyiv mungkin kembali ke meja perundingan pada akhir Agustus.

"Sebuah demonstrasi negosiasi yang lebih fasih dalam gaya Ukraina. Sebenarnya, kami sudah mengenal gaya ini sejak lama. Gaya ini tidak membawa sesuatu yang baik ke Ukraina," sebut dia.

Sebelumnya, Arakhamia mengatakan bahwa Kyiv dapat kembali ke negosiasi dengan Moskow pada akhir Agustus setelah pihak Ukraina kemungkinan akan melakukan serangan balasan di beberapa daerah.

Dia juga menekankan bahwa Ukraina "tidak akan menerima kehilangan wilayah. Secara hukum tidak mungkin."

Pada saat yang sama mungkin untuk "mempertimbangkan kesepakatan politik" serupa dengan yang diusulkan di Istanbul pada Maret tahun ini, ujar Peskov.

Ditanya tentang mengundang mantan Kanselir Jerman Angela Merkel sebagai mediator antara Rusia dan Ukraina, Peskov menunjukkan bahwa politisi mengundurkan diri dan menyatakan keengganannya untuk melanjutkan kegiatan politik apa pun.

Rusia dan Ukraina meluncurkan pembicaraan damai pada 28 Februari dan sejak itu telah mengadakan serangkaian negosiasi.

Menurut pihak Rusia, proses tersebut terhenti setelah Moskow menyerahkan versi terbaru dari rancangan perjanjian damai kepada Kyiv pada April, sejak itu, pihak Ukraina belum melakukan kontak.

Lebih dari 4.500 warga sipil telah tewas di Ukraina sejak perang dimulai di Ukraina pada 24 Februari.

Lebih dari 14 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, termasuk lebih dari 7,7 juta yang telah melarikan diri ke negara lain, menurut angka PBB.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın