Muhammad Latief
JAKARTA
Komisi Pemilihan Umum Thailand (EC) menyalahkan media massa atas penghitungan suara yang membingungkan setelah pemungutan suara, Minggu lalu.
Wakil sekretaris jenderal EC Nat Laosisawakul mengatakan pihaknya hanya bertanggung jawab mendistribusikan data mentah ke media saat suara masuk dan tidak menjadi penyebab kebingungan tadi malam.
"Media sendiri yang menerapkan data dan menyajikannya dalam bentuk grafik. Jika Anda perhatikan, setiap saluran melaporkan data secara berbeda dan itu tergantung pada kemampuan masing-masing outlet," ujar dia Senin dikutip dari Channel News Asia.
Dia mengomentari keluhan tentang kinerja EC pada pemungutan suara kali ini.
"Kami hanya memberikan data mentah kepada media. Cara penyajiannya tergantung pada setiap stasiun dan saluran. Ketika kami menerima, katakanlah, 20 persen data dari lebih dari 90.000 tempat pemungutan suara, kami akan mengirimkannya ke media. Kemudian ketika kami menerima 30 persen data, kami akan melakukan hal yang sama - sedikit demi sedikit. Data akan diterima oleh server media dan didistribusikan. Itu sebabnya informasi yang dilaporkan bervariasi. "
Penghitungan dimulai setelah pemilihan ditutup pada pukul 17:00 Minggu waktu setempat. Beberapa jam setelah itu, sejumlah hasil mulai muncul dari berbagai TPS di seluruh negeri.
Para pemantau membagikan berbagai gambar dan informasi di media sosial yang meningkatkan kecurigaan mereka terhadap proses penghitungan suara EC.
Seorang pengguna Facebook mempertanyakan jumlah surat suara di Nakhon Ratchasima, timur laut Thailand. Dalam foto yang diposting di halaman Facebook-nya, jumlah pemilih yang memberikan suara mereka adalah 913.575.
Namun, jumlah surat suara - termasuk 433.966 surat suara yang memenuhi syarat, 475.591 surat suara yang didiskualifikasi dan 843.582 surat suara sah- melebihi jumlah pemilih yang berpartisipasi sebanyak 839.564.
Di provinsi lain seperti Chiang Rai, jumlah surat suara yang didiskualifikasi lebih tinggi daripada surat suara yang memenuhi syarat. Ada juga laporan lain tentang penghitungan suara yang tidak adil.
Pada Senin, wakil sekretaris jenderal EC meminta masyarakat untuk mengajukan keluhan jika mereka menyaksikan penyimpangan.
Sementara itu, tidak resmi calon anggota parlemen yang terpilih di 350 daerah pemilihan telah terbit. Sedangkan hasil resmi baru akan dirilis 9 Mei mendatang.
Partai oposisi Pheu Thai yang mempunyai hubungan dengan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra mempunyai anggota terpilih tertinggi sebanyak 137 kursi. Sedangkan partai pendukung Perdana Menteri Prayuth Chan o Cha, Palang Pracharat mendapatkan 97 kursi.
Partai lain yaitu Bhumjaithai (39 kursi), Partai Demokrat (33) Future Forward Party (30), Partai Prachachart (7), Partai Chartthai Pattana (6) Ruam Palang Prachachart Thai Party (1).
Selanjutnya, EC akan menerima dokumen pemilu dari provinsi yang berisi data suara di 350 daerah pemilihan pada Selasa. EC kemudian akan menerbitkan 95 persen dari data mentah yang diajukan sebagaimana dinyatakan oleh undang-undang.
Sejauh ini, ada sekitar 110 pengaduan terkait dugaan penyimpangan.
news_share_descriptionsubscription_contact
